Tokyo Protes Penelitian Tiongkok di ZEE Jepang

Rabu, 28 Mei 2025, 02:55 WIB

TOKYO - Jepang menuduh Tiongkok melakukan penelitian ilmiah maritim tanpa pemberitahuan di zona ekonomi eksklusifnya di sekitar pulau paling selatan di Samudra Pasifik, kata Tokyo pada Selasa (27/5).

Aktivitas yang diduga terjadi pada Senin (26/5)  di dekat atol terpencil Okinotori di Laut Filipina, kira-kira di tengah-tengah antara Taiwan dan Guam. Tiongkok mengatakan bahwa atol itu bukan merupakan sebuah pulau.

Ket. Foto: Pulau karang terpencil Okinotori di Pasifik, saat diabadikan pada 1988. Pada Selasa (27/5), Tokyo memprotes Beijing karena kapal Tiongkok telah melakukan penelitian ilmiah di pulau karang ini tanpa pemberitahuan pada Jepang. — Sumber: AFP/JIJI PRESS

“Penjaga Pantai Jepang pada Senin melihat sebuah kapal survei maritim Tiongkok memasang sesuatu yang tampak seperti kawat ke dalam perairan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, 270 kilometer di timur Pulau Okinotori,” kata juru bicara pemerintah Yoshimasa Hayashi kepada wartawan.

“Karena penelitian ilmiah maritim yang dilakukan kapal tersebut belum memperoleh persetujuan Jepang, penjaga pantai menuntut agar aktivitas tersebut dihentikan dan kami mengajukan protes kepada pihak Tiongkok melalui jalur diplomatik,” kata Hayashi seraya menambahkan bahwa kapal Tiongkok tersebut meninggalkan ZEE sekitar pukul 10.45 malam pada Senin.

Pesawat Pasukan Penjaga Pantai Jepang telah mengirimkan pesan radio kepada kapal itu dalam bahasa Jepang, Mandarin, dan bahasa lainnya, yang memerintahkan untuk menghentikan aktivitasnya, lapor kantor berita NHK. “Pesawat itu pun memperingatkan bahwa aktivitas penelitian tanpa memperoleh izin dari Jepang tidak dapat diizinkan di area tersebut,” imbuh kantor berita Jepang itu.

Para pejabat Jepang sebelumnya mengatakan bahwa kapal penelitian Tiongkok ditemukan melakukan aktivitas tanpa persetujuan Jepang terlebih dahulu di ZEE dekat pulau itu adalah pada 1 Januari 2024 lalu.

Jepang dalam beberapa tahun terakhir telah menginvestasikan jutaan dollar untuk menanam karang di sekitar atol dalam upaya menghentikan erosi oleh laut.

Berdasarkan hukum internasional, negara pantai memiliki hak untuk mengelola sumber daya alam dan kegiatan ekonomi lainnya di ZEE-nya, yang berada dalam jarak 200 mil laut dari garis pantainya. Persetujuan terlebih dahulu diperlukan bagi kapal asing untuk melakukan penelitian ilmiah untuk tujuan non-ekonomi di ZEE negara lain.

Namun Tiongkok mengatakan klaim Jepang tidak sah karena Okinotori, sekitar 1.700 km selatan Tokyo, hanyalah batu karang dan bukan pulau.

Oleh karena itu, berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, wilayah tersebut tidak dapat dianggap sebagai suatu entitas yang di sekitarnya Jepang dapat menetapkan ZEE-nya, demikian pernyataan Beijing.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mengatakan kapal penelitian Tiongkok itu sedang menjalankan kebebasan bernavigasi di laut lepas di wilayah tersebut dan menegaskan bahwa Tokyo tidak punya hak untuk ikut campur.

Latihan Tembak

Sementara itu dari Manila dilaporkan bahwa Korps Marinir AS akan melakukan latihan tembak dengan menggunakan sistem misil antikapal NMESIS yang canggih saat menggelar latihan gabungan dengan Filipina.

Sistem NMESIS menggunakan kendaraan nirawak yang dioperasikan dari jarak jauh untuk meluncurkan misil antikapal dengan jangkauan lebih dari 180 kilometer. Seorang pejabat AS mengatakan sistem itu akan meningkatkan pertahanan Filipina dan memungkinkan negara itu memodernisasi militernya.

Latihan tembak tersebut mungkin akan memicu reaksi keras dari Tiongkok karena akan dilakukan di bagian utara Pulau Luzon, Filipina, dekat Taiwan. AFP/NHK/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.