Wisata Pantai di Gunung Kidul Makin Gampang, Kelok 23 Jadi Senjata Baru Lawan Kemacetan
Jumat, 28 Agu 2026, 23:00 WIBYOGYAKARTA â Pembangunan fisik Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) bukan cuma soal bikin jalan baru, tetapi juga membuka akses ke wilayah yang selama ini belum terlalu terhubung.
Jalur ini diharapkan membuat mobilitas orang dan barang lebih lancar, sekaligus memberi napas baru bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan UMKM di kawasan selatan Jawa.
Sederhananya, ketika jalannya makin terkoneksi, peluang daerah untuk ikut tumbuh juga makin terbuka. Produk lokal lebih mudah dibawa ke pasar, wisatawan lebih gampang datang, dan pusat-pusat ekonomi baru punya kesempatan untuk bermunculan.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan pembangunan infrastruktur fisik Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 telah selesai dan diproyeksikan dapat memecah kemacetan serta memudahkan akses wisatawan dari Bantul menuju Gunungkidul.
"Target pengerjaan sudah selesai, yang dimulai sejak bulan Agustus tahun 2023," kata Endah, di Gunungkidul, Jumat.
Menurut dia, proyek Kelok 23 menghubungkan Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, dengan wilayah Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, dengan panjang kurang lebih lima kilometer yang terbagi di dua kabupaten tersebut.
"Kabupaten Gunungkidul kebagian 1,9 kilometer dari lima kilometer tersebut," ujarnya.
Ia berharap keberadaan infrastruktur jalan Kelok 23 dapat memecah kemacetan kendaraan dari Bantul menuju Kabupaten Gunungkidul, terutama bagi wisatawan yang akan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata.
"Ini juga akan memudahkan wisatawan, utamanya yang datang ke Pantai Selatan, untuk mendapatkan akses yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih aman," katanya.
Endah beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat, sekaligus melihat sejumlah titik atau gardu pandang yang potensial untuk dikembangkan.
"Ada tiga lokasi (gardu pandang), yang dua itu masih milik Pemerintah Kabupaten Bantul, kemudian satu titik gardu pandang dan rest area yang menjadi lokasi milik dua kabupaten, yaitu Bantul dan Gunungkidul," ujarnya.
Menurut dia, lokasi rest area nantinya dapat dimanfaatkan sebagai gerai produk UMKM Gunungkidul dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Bantul mengingat tanah tersebut menjadi kewenangan dua wilayah.
"Di dalamnya nanti insya Allah juga akan ada rest area yang bisa untuk gerainya UMKM," katanya.
Endah juga berharap beroperasinya Kelok 23 dapat menarik minat para investor sehingga secara ekonomi mampu memberikan dampak bagi daerah.
"Jangan sampai ada aset yang tidak berefek ekonominya, sehingga nanti ini akan kita jadikan bagian dari land banking kita yang mudah-mudahan ada investor yang tertarik untuk berinvestasi," ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan berdasarkan laporan satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Kementerian PU, pengerjaan fisik proyek tersebut telah mencapai 99,6 persen.
"Rencananya September besok sudah bisa dibuka," katanya.
- Gunung Kidul
- pariwisata
- JJLS
- Kelok 23
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
HKI Usulkan Badan Kawasan Industri Nasional di Bawah Presiden untuk Pangkas Hambatan Investasi dan Sinkronkan Regulasi
-
OJK Perkuat Digitalisasi Keuangan demi Tingkatkan Persaingan UMKM di Indonesia Timur
-
Staycation Jadi Pilihan Liburan Sekolah, Pemesanan Kamar Harian Meningkat 33 Persen
-
WHO: Gelombang Panas di Eropa Sebabkan Lebih dari 1.300 Kematian
-
STB dan TransNusa Tawarkan Promo Penerbangan dan Fly-Cruise untuk Wisatawan Indonesia ke Singapura
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.