• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bicara Soal AI, Elton John...

Bicara Soal AI, Elton John Desak Pemerintah Inggris Loloskan RUU Data

Selasa, 27 Mei 2025, 10:21 WIB

JAKARTA - Penyanyi Elton John mendesak pemerintah Inggris untuk meloloskan rancangan undang-undang yang diusulkan oleh majelis tinggi parlemen, Dewan Bangsawan (House of Lords), terkait transparansi data teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dilansir dari OK Magazine, Selasa, rancangan Undang-Undang (RUU) Data (Penggunaan dan Akses) usulan Dewan Bangsawan dapat mendorong pengembang AI untuk mengungkapkan data yang mereka gunakan untuk melatih sistem generatif AI — program yang memindai sejumlah besar materi daring untuk meniru konten buatan manusia.

Ket. Foto: Penyanyi asal Inggris Elton John — Sumber: Life4me

Tanpa aturan transparansi dalam RUU Data (Penggunaan dan Akses), para kritikus dari kalangan kreator industri kreatif khawatir perusahaan AI dapat dengan bebas mengeksploitasi karya seniman.

"Majelis tinggi memberikan suara mendukung kami dengan perbandingan lebih dari dua banding satu, namun pemerintah seakan mengabaikannya dengan anggapan bahwa, 'yah, kaum lanjut usia seperti saya mampu menanggungnya'," kata John.

John berharap para menteri dapat mempertimbangkan perubahan kebijakan, mengingat potensi dampak negatif terhadap pendapatan dan masa depan generasi muda.

"Jika para menteri terus melakukan hal ini, pada dasarnya mereka berkomitmen pencurian — pencurian dalam skala besar," jelas John.

Namun, John optimistis, ia dan rekan-rekan dapat terus berjuang mencegah hal buruk itu terjadi. RUU tersebut diketahui mendapat dukungan luas dari ratusan artis, penulis, desainer, dan jurnalis, termasuk Paul McCartney, Elton John, Dua Lipa, Coldplay dan lain-lain yang telah menandatangani surat terbuka yang mendukung regulasi perlindungan hak cipta di era AI itu.

"Kami tidak akan mundur," ujar John pula.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.