PMK Mengancam Jelang Idul Adha: Peternak Wajib Waspada dan Vaksinasi!
Senin, 26 Mei 2025, 10:50 WIBKUDUS â Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi ancaman serius bagi peternak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjelang Idul Adha. Meski 44 ekor sapi dan kerbau berhasil sembuh setelah terjangkit, ada pula ternak yang mati, bahkan harus dipotong paksa. Kejadian ini kembali mengingatkan para peternak akan pentingnya memahami penyebab PMK dan langkah-langkah pencegahan efektif.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, menjelaskan bahwa dari 71 kasus PMK yang ditemukan sepanjang Januari-April 2025, sebagian besar menyerang sapi dan kerbau, dengan dua kasus pada kambing. "Dari 71 kasus PMK yang ditemukan selama Januari-April 2025, sebanyak 44 ekor di antaranya memang dinyatakan sembuh. Sedangkan empat ekor mati dan sisanya dipotong paksa," kata Arin, Senin (26/5) hari ini.
Arin Nikmah menambahkan, selain pemberian vaksinasi, pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak juga perlu ditingkatkan untuk mencegah penyebaran PMK. Peternak diimbau untuk selalu waspada dan segera melapor jika menemukan gejala PMK pada ternaknya.
PMK adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus Aftovirus. Penularannya sangat cepat, bisa melalui kontak langsung antara hewan sakit dan sehat, atau tidak langsung melalui pakan, air, peralatan kandang, hingga pakaian dan alas kaki orang yang terkontaminasi. Gejala umumnya meliputi demam tinggi, lepuh atau luka di mulut, gusi, lidah, dan kuku, serta penurunan nafsu makan yang berujung pada penurunan berat badan drastis.
Prof. Dr. drh. Widya Permana, M.Sc., seorang ahli virologi veteriner dari Universitas Gadjah Mada, menegaskan, "Vaksinasi adalah benteng utama pencegahan PMK. Virus ini sangat resisten dan penyebarannya cepat, sehingga tanpa imunisasi yang kuat, risiko penularan sangat tinggi. Selain itu, biosekuriti ketat di kandang juga sangat penting, seperti menjaga kebersihan, membatasi kunjungan, dan melakukan desinfeksi rutin."
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memang terus menggenjot upaya vaksinasi PMK, terutama jelang Idul Adha. Hingga Mei 2025, sebanyak 1.281 ekor hewan ternak telah divaksin.
Bapak Ahmad Rifa'i, seorang peternak sapi di Demak yang pernah mengalami kerugian akibat PMK, menyampaikan himbauannya. "Jangan sampai menunggu ternak sakit baru bertindak. Vaksinasi itu penting, dan jaga kebersihan kandang. Kalau ada ternak yang menunjukkan gejala, langsung pisahkan dan lapor ke dinas terkait. Jangan ragu, karena kalau sudah menyebar, kerugiannya besar sekali," ujarnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Yuniar Dwi Setiawati
Berita Terkait:
-
Rudal Iran Capai 5.000 Km, Pangkalan Diego Garcia Jadi Sasaran
-
Libur Lebaran 2026, Volume Kendaraan ke Wisata Jabar Naik 30 Persen
-
Kuliner sate kambing khas Tegal
-
Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Kudus Siap Kembangkan 132 Unit
-
Jay Idzes Tahan Juventus, Sevilla Digulung Valencia
-
Lakukan Penelitian Tanpa Izin Resmi, Imigrasi Palu Deportasi WN Jerman
-
Redam “Panic Buying”, Mendagri Cabut Pembatasan BBM di Kalbar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.