Pemkot Mataram pastikan sistem pengelolaan limbah bersih dari sampah

Minggu, 25 Mei 2025, 16:10 WIB

Mataram -- Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan lokasi pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat (SPAL DT) Tanjung Karang, akan bersih dari sampah pada saat ada kunjungan survei lokasi dari kementerian.

"Saat ada kunjungan survei lokasi untuk pembangunan SPAL DT, sampah akan kami pindah dan ratakan. InsyaAllah, bersih dan aman," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Minggu.

Ket. Foto: Kondisi sampah pada lokasi pembuangan sementara di lokasi rencana pembangunan SPAL DT (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat) Tanjung Karang, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. — Sumber: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi.

Hal tersebut disampaikan menyikapi adanya rencana kunjungan kembali ke lokasi pembangunan SPAL DT di Tanjung Karang, Mataram, dari sejumlah kementerian terkait pada 11 Juni 2025, yang diinformasikan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTB.

Wali kota mengatakan lokasi SPAL DT terpaksa menjadi lokasi penampungan sementara sampah di Kota Mataram, karena Kota Mataram sudah tidak memiliki alternatif lain untuk membuang sampah sementara.

Sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, melakukan pembatasan ritese pembuangan sampah karena areal TPA direvitalisasi per 17 April 2025, Kota Mataram tidak memiliki lagi lokasi pembuangan sampah.

Sementara tiga ritase sampah yang dibuang ke TPA setiap hari, Kota Mataram sekarang hanya boleh membuang satu ritase. Sedangkan dua ritase dialihkan ke TPST Sandubaya dengan volume sampah mencapai 140-150 ton per hari.

Namun, kondisi TPST Sandubaya sekarang sudah penuh, sehingga Pemerintah Kota terpaksa mencari lokasi lain sebagai tempat pembuangan sementara.

Oleh karena itu, lahan yang digunakan untuk membuang sementara sampah dilakukan di lokasi rencana pembangunan SPAL DT dengan luas lahan sekitar tiga hektare.

"Untuk menghindari dampak pembuangan sampah di SPAL DT kami lakukan dengan sistem gali timbun," katanya.

Wali Kota Mataram mengakui kegiatan pembuangan sampah di lokasi SPAL DT memang belum berizin, tapi Mataram sudah tidak memiliki lokasi dan alternatif lain.

Bahkan lokasi alternatif lain yang sudah disiapkan seperti di areal TPA Kebon Kongok dan Kebon Ayu Lombok Barat, yang sudah diajukan izinnya, hingga kini juga belum keluar.

"Tidak mungkin ya, kami biarkan sampah di jalan di pasar dan lainnya menumpuk setiap hari. Kami harap pemerintah provinsi bisa memaklumi kondisi itu," katanya.

Terkait dengan itu, wali kota berharap Pemerintah Provinsi NTB lebih maksimal membantu Pemerintah Kota Mataram untuk mempercepat proses penerbitan ijin sebab saat ini masyarakat sekitar sudah tidak ada masalah, hanya terkait administrasi saja.

"Sedangkan terkait kondisi SPAL DT saat dilakukan kunjungan lokasi, kami pastikan sampah akan diamankan," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Kemdiktisaintek Siapkan Aksara Mahasiswa untuk Bantu Pemulihan Masyarakat NTT Pascabencana.

Bulog Sorong Datangkan 3.000 Ton Beras dari Jatim dan Jakarta, Stok Pangan Diperkuat hingga Akhir 2026.

Rp56 Miliar Digelontorkan untuk Sekolah Papua Harapan di Nabire, Perkuat SDM Anak Papua.

Jaga Harga Beras Tetap Stabil, Bulog Sorong Salurkan 5 Ton SPHP Setiap Hari.

Karhutla Dekati Permukiman dan Sekolah di Barru, Tim Gabungan BNPB Terus Berjibaku.

KPK Geledah Dua Kantor Pemkab Bogor, Bappenda dan BKPSDM Disasar

TransNusa Buka Rute Jakarta-Lampung dan Lampung-Kuala Lumpur

Cegah Celah Pengawasan, Karantina Babel Andalkan Teknologi untuk Percepat Layanan.

Lindungi Gajah Way Kambas, BNPB Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca di Lampung Timur.

Marriott International Dinobatkan Jadi Tempat Kerja Terbaik Nomor 1

Google Cloud Hadirkan Gemini Enterprise untuk Industri Keuangan dan Hukum

De’ Geplak Hadir di Pusat Perbelanjaan Depok, Urus Administrasi Kependudukan Makin Mudah

JIF 2026: Buka Peluang Investasi Rp115 Triliun, 37 Proyek dan 13 Kawasan Ditawarkan

Lima Kunci Kepemimpinan HR untuk Membangun SDM Masa Depan

Somerset Kencana Jakarta Hadirkan Serviced Residence Family-Friendly dan Pet-Friendly di Jaksel

Hadapi Kemarau Ekstrem, 640.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke 40 Titik

Lima Bulan Pascabencana Galodo, Dompet Dhuafa Reaktivasi 7 Posyandu di Agam

BTN dan Danantara Gelar Akad Massal KPR Subsidi untuk 200 Debitur di DHE 2026

Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan KPR BTN Bunga 2,75% dan Tenor 30 Tahun

Tak Mau Warga Kelaparan Pemkab Nduga Saluran 50 Ton Beras

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.