Waskita Karya Bangun Jembatan Satwa di Sekitar Tol IKN Seksi 3B Sepanjang 8,16 Meter

Jumat, 23 Mei 2025, 03:09 WIB

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk membangun jembatan satwa di sekitar Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3B Segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung, Kalimantan Timur (Kaltim).

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, jembatan sepanjang 8,16 meter tersebut akan berfungsi sebagai perlintasan satwa endemik Kalimantan seperti macan dahan, bekantan, beruang madu, serta orangutan.

Ket. Foto: Desain jembatan satwa di sekitar Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3B Segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung, Kalimantan Timur. — Sumber: Antara

“Jembatan ini menyambungkan antara bukit dengan bukit, untuk memudahkan perpindahan hewan-hewan yang berhabitat di hutan lindung Sungai Wein,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/5).

Seperti diketahui, hutan lindung itu dekat dengan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3B yang juga sedang dibangun oleh perseroan.

Jembatan satwa terdiri dari dua lintasan berbentuk terowongan yang ditimbun tanah. Sebagai bentuk komitmen dalam menerapkan teknologi konstruksi berkelanjutan, perseroan menggunakan timbunan ringan atau mortar busa sebagai pengganti timbunan tanah.

“Waskita tidak hanya mengerjakan proyek infrastruktur, tapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga ekosistem dan lingkungan. Perseroan menyadari, tidak hanya manusia yang membutuhkan fasilitas jalan aman dan nyaman, hewan pun membutuhkannya,” katanya.

Ermy menjelaskan, tidak mudah mengerjakan proyek senilai Rp2,6 miliar tersebut, karena lokasinya berhimpitan dengan hutan lindung Sungai Wein yang merupakan koridor satwa liar. Maka pelaksanaan konstruksi harus dibuat sesuai habitat para hewan supaya bisa melintas di atasnya tanpa terganggu jalan tol yang berada di bawah.

Meski begitu, perseroan optimis dapat menyelesaikan pembangunan jembatan satwa secara tepat waktu dan sesuai standar mutu. Perlu diketahui, proyek yang masuk dalam paket pekerjaan IKN Seksi 3B Segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung ini ditargetkan rampung pada Agustus tahun depan.

Sebelumnya, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menyatakan penanaman pohon merupakan bagian kebiasaan baru secara konsisten dilakukan di IKN berlokasi pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, untuk menuju kota hutan berkelanjutan.

“Tanam pohon kebiasaan baru yang konsisten dilakukan di IKN sebagai upaya nyata menuju kota hutan berkelanjutan,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono usai penanaman pohon bersama Real Estat Indonesia (REI) di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu lalu.  Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.