Rupiah Terkulai Lemas Sepanjang 2025: Pelemahan Tercatat 1,21 Persen

Jumat, 23 Mei 2025, 08:55 WIB

JAKARTA - Rupiah mencatatkan kinerja negatif terhadap mata uang utama, dollar AS, sepanjang tahun ini.

Bahkan, kinerja rupiah saat ini meleset dari target yang ditetapkan pemerintah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sejumlah isu seperti ketidakpastian kebijakan fiskal, defisit anggaran, atau dinamika politik menjelang atau pasca pemilu baik di dalam maupunuar negeri telah memicu ketidakpastian pasar dan membuat investor menahan atau menarik investasi mereka.

Selajn itu, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi membuat investor beralih ke aset dollar AS yang lebih menguntungkan.

Kondisi tersebut menekan mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Sejal awal tahun hingga Kamis (22/5), kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank telah melemah 196 poin atau 1,21 persen menjadi 16.328 rupiah per dollar AS.

Angka tersebut melampaui target dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 16.000 rupiah per dollar AS.

Bahkan, rupiah hingga akhir tahun ini diprediksi di level 16.500 rupiah per dollar AS.

Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina menjelaskan bahwa rupiah akan bergerak stabil hingga akhir tahun ini.

“Untuk nilai tukar rupiah kami memperkirakan akan stabil di kisaran 16.500 rupiah/ dollar AS di akhir tahun 2025,” kata Dian dalam Mandiri Economic Outlook kuartal II 2025, awal pekan ini.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Kamis (22/5), di Jakarta menguat sebesar 71 poin atau 0,43 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.328 rupiah per dollar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi harapan penurunan BI-Rate selanjutnya dan perkiraan pertumbuhan kredit perbankan yang membaik.

“Dari domestik, harapan penurunan BI-Rate selanjutnya dan perkiraan membaiknya pertumbuhan kredit perbankan (menjadi faktor penguatan kurs rupiah),” ucapnya di Jakarta.

Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Mei 2025 yang diselenggarakan pada Selasa (20/5) dan Rabu (21/5) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi berada pada level 5,5 persen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.