- Home
-
- Perspektif
-
- Prioritaskan Inklusi dan K...
Prioritaskan Inklusi dan Kenyamanan Standar Layanan Haji
Jumat, 23 Mei 2025, 00:00 WIBSaat ini, hampir sebagian besar jemaah haji yang berasal dari Indonesia telah sampai di Tanah Suci, Mekah, Arab Saudi. Jika melihat prosesnya, maka transportasi merupakan hal yang sangat penting dalam mensukseskan ibadah yang merupakan Rukun Islam yang kelima.
Untuk mengetahui proses pemberangkatannya ke Arab Saudi dan kepulangan ke Tanah Air, berikut kutipan wawancara wartawan Koran Jakarta, M Zaki Alatas dengan Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan dalam beberapa kesempatan.
Bisa diceritakan update terbaru pemberangkatan calon jemaah haji?
Informasi dari tim kami di lapangan, Rabu (21/5) telah mendarat di Tanah Sudi, kelompok terbang (kloter) melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar. Dengan mendaratnya Kloter 3 semalam (21/5), maka sebanyak 1.178 jemaah calon haji Aceh sudah berada di Arab Saudi.
Berdasarkan info yang beredar, apakah benar ada kenaikan biaya penerbangan Haji?
Tidak. Sehubungan dengan adanya volatilitas nilai tukar mata uang, imbas dinamika kondisi ekonomi global, maskapai penerbangan Garuda Indonesia memastikan bahwa harga tiket penerbangan haji yang dikenakan tidak mengalami kenaikan, atau sesuai dengan kontrak yang ditandatangani bersama Kementerian Agama RI. Kontrak tersebut juga telah melewati persetujuan dari Panja Komisi VIII DPR, belum lama ini.

Humas Garuda Indonesia
Jadi, hal itu sudah fix (pasti)?
Sudah dong. Terkait hal tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan kementerian agama. Dan Alhamdulillah sudah terselesaikan sehingga dipastikan tidak akan ada kenaikan biaya tahun ini. Dengan begitu, jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji pada 2025 bisa merasakan penurunan biaya haji yang dicanangkan oleh pemerintah untuk semua masyarakat.
Untuk tahun ini berapa banyak penumpang yang akan diangkut?
Pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia diproyeksikan akan membawa 90.933 penumpang yang terdiri dari 90.203 calon jemaah haji dan 730 petugas haji yang terbagi dalam 246 kelompok terbang (kloter) dan diberangkatkan dari tujuh embarkasi yaitu Banda Aceh, Medan, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.
Bagaimana mekanisme pemberangkatannya?
Secara bertahap fase keberangkatan akan berlangsung mulai 2 â 16 Mei 2025 untuk penerbangan menuju Madinah, dan 17 â 31 Mei 2025 untuk penerbangan menuju Jeddah. Selanjutnya, fase pemulangan jemaah akan dimulai 11 â 25 Juni 2025 dengan keberangkatan dari Jeddah atau Madinah menuju kota Embarkasi, dan 26 Juni â 10 Juli 2025 dari Madinah menuju kota Embarkasi.
Bagaimana dengan armada yang akan digunakan?
Garuda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 13 armada wide-body (berbadan lebar) selama musim haji berlangsung yang terdiri dari Boeing B777-300ER, Airbus A330-900neo, dan Airbus A330-300. Dari total pesawat yang dioperasikan tersebut, lima diantaranya merupakan pesawat sewa. Kemudian untuk mengantisipasi potensi ketidakteraturan pada operasional penerbangan, Garuda Indonesia juga menyediakan 1 pesawat cadangan jenis Airbus A330-300.
Bagaimana dengan kesiapan armada?
Kami terus mengoptimalkan kesiapan layanan operasional pelaksanaan penerbangan haji. Dalam rangka memastikan fase keberangkatan hingga fase kepulangan haji berlangsung dengan lancar dan aman, upaya kesiapan dilakukan dalam sejumlah aspek mulai dari layanan, operasional, hingga penguatan keselamatan tata kelola.
Bagaimana cara menjamin kelancaran operasional Haji ini?
Untuk memastikan pesawat beroperasi dalam kondisi sehat dan layak terbang, Garuda Indonesia menerapkan sejumlah prosedur perawatan secara menyeluruh dan berlapis di seluruh armada yang akan melayani penerbangan haji melalui program Aircraft Health Program yang telah berlangsung sejak awal April lalu, termasuk menyertakan General Authority of Civil Aviation (GACA) Certification sebagai syarat utama untuk mendaftarkan pesawat haji ke Otoritas Kerajaan Arab Saudi.
Apakah ada tim yang diterjunkan langsung?
Ada, anak usaha GMF AeroAsia turut berpartisipasi aktif dalam memastikan kesiapan aspek teknis lainnya, diantaranya melalui optimalisasi material/ spare readiness yakni penempatan tools dan spare part di stasiun embarkasi sebagai mitigasi kebutuhan penempatan part pesawat dan manpower readiness dengan penempatan 142 engineer yang tersebar di 7 (tujuh) embarkasi hingga Jeddah, Madinah, dan Hyderabad.
Apa fokus layanan Haji kali ini?
Dengan lebih dari 25 ribu calon jemaah haji dengan usia di atas 65 tahun (atau sebesar 28,4 persen dari total jemaah) yang akan dilayani di tahun ini, Garuda Indonesia juga berfokus pada upaya memberikan kebutuhan untuk menunjang pelayanan usia lanjut, baik selama di darat menuju dan turun dari pesawat, serta pada saat perjalanan udara berlangsung. Lebih lanjut, layanan dukungan tersebut juga mencakup kebutuhan bagi jemaah penyandang disabilitas.
Bisa dijelaskan tentang Program haji ramah lansia dan Disabilitas?
Oya itu, Program haji ramah lansia dan Disabilitas ini diharapkan dapat menghadirkan layanan penerbangan yang inklusif bagi jemaah lanjut usia maupun penyandang disabilitas, sehingga diharapkan kenyamanan perjalanan dapat dirasakan oleh seluruh jemaah dan persiapan ibadah haji pun semakin maksimal.
Bagaimana dengan layanan pendukung?
Sejumlah perlengkapan layanan pendukung di penerbangan yang akan disediakan di antaranya 30 kursi roda di setiap embarkasi, 2 ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jemaah yang dilengkapi dengan toilet, prioritas naik & turun, penanganan bagasi khusus, buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz, serta untuk memaksimalkan kenyamanan lebih tersedia selimut, kotak P3K, peralatan darurat juga hingga asistensi para awak kabin untuk membantu keterlibatan jemaah selama di penerbangan.
Bagaimana dengan menu makanan di Pesawat?
Pada sajian menu makanan di penerbangan, Garuda Indonesia turut menyiapkan makanan hangat sebanyak dua kali dan snacksebanyak satu kali sesuai dengan standar penyajian inflight food bagi penumpang jemaah haji.
Terkait optimalisasi layanan?
Berbagai optimalisasi layanan yang dihadirkan Garuda Indonesia tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk selalu konsisten menghadirkan layanan penerbangan haji yang aman dan nyaman dengan standar layanan penerbangan bintang 5 bagi seluruh jemaah haji. Garuda Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi layanan penerbangan haji secara berkesinambungan, selaras dengan berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh para pemangku kepentingan penerbangan haji terkait pelaksanaan operasional haji tahun lalu.
Apakah tugas ini telah diamanahkan oleh pemerintah?
Garuda Indonesia bersama Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI (Ditjen PHU Kemenag RI) melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengangkutan Udara Jemaah Haji Reguler 1446 H/2025 M bertempat di Gedung Kementerian Agama RI. Dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut merupakan salah satu momentum istimewa bagi kiprah Garuda Indonesia untuk melanjutkan catatan sejarah sebagai maskapai yang selalu dipercaya dalam melayani penerbangan haji selama tujuh dekade.
Mengapa untuk ke Tanah Suci kita harus menggunakan Garuda Indonesia?
Selaras dengan mandat sebagai national flag carrier, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Garuda Indonesia dapat mengantarkan para jemaah haji Indonesia untuk memenuhi rukun Islam yang kelima di Tanah Suci. Kepercayaan tersebut tentunya harus kami hadirkan melalui ketersediaan layanan penerbangan haji yang aman dan nyaman dengan memastikan segala aspek keselamatan dan kualitas operasional dapat berjalan dengan optimal.
Terkait layanan umroh, bagaimana Garuda Indonesia melakukannya?
Kinerja charter yang melonjak menjadi katalis penting dalam memperkuat pondasi bisnis. Di saat yang sama, kami juga tengah mengakselerasi program optimalisasi kapasitas melalui penambahan armada, dengan target mencapai 100 pesawat hingga akhir 2025.
Bagaimana perkembangan lini bisnis charter saat ini?
Pertumbuhan pendapatan ini menjadi sinyal positif di tengah transformasi bisnis yang dijalani perseroannya. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencatat pertumbuhan pendapatan dari segmen penerbang tidak terjadwal atau charter sebesar 92,88 persen pada kuartal I 2025. Peningkatan tersebut secara umum ditopang oleh trafik pasar charter umrah ke Makkah, Arab Saudi.
Apakah ini menjadi sinyal positif?
Kita bersyukur, pertumbuhan pendapatan ini menjadi sinyal positif di tengah transformasi bisnis yang dijalani perseroannya. Penguatan kinerja charter ini menjadi pondasi dalam strategi diversifikasi pendapatan kami.
Berapa besar market share untuk charter?
Adapun pendapatan pangsa pasar charter Garuda Indonesia pada kuartal I 2025 sebesar US$ 37,95 juta atau Rp 623,84 miliar. Dengan catatan trafik penumpangnya sebanyak 24.618 orang dengan jumlah penerbangan lebih dari 69 kali untuk periode umrah. Permintaan meningkat, khususnya pada segmen umrah dan perjalanan grup.
Mengenai kinerja bisnis maskapai secara keseluruhan, bagaimana?
Secara keseluruhan, pendapatan operasional konsolidasian per 31 Maret 2025 tercatat sebesar US$ 723,56 juta, meningkat 1,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain pertumbuhan dari charter, pendapatan ini juga ditopang oleh peningkatan volume penumpang dan kargo.
Kalau dari jumlah penumpang?
Sepanjang Januari hingga Maret 2025, Garuda Indonesia Group mengangkut 5,12 juta penumpang, terdiri dari 2,64 juta penumpang Garuda Indonesia dan 2,48 juta penumpang Citilink. Tingkat keterisian kursi (seat load factor) tercatat sebesar 78,8 persen atau naik 5 persen dibandingkan kuartal I 2024. Pada sektor kargo, volume angkutan meningkat 5 persen menjadi 58.145 ton, terdiri dari 34.715 ton oleh Garuda Indonesia dan 23.430 ton oleh Citilink. Kinerja ini memperlihatkan akselerasi pemulihan bertahap pada lini bisnis kargo yang sempat mengalami perlambatan pasca pandemi.
Bagaimana kondisi keuangan Garuda Indonesia?
Dari sisi keuangan, Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$ 162,27 juta, meningkat 87,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dan penguatan likuiditas perusahaan.
Terakhir apakah Garuda Indonesia terbuka untuk menerima masukan terkait layanan?
Tentu. Kami meyakini bahwa setiap masukan yang diberikan merupakan bentuk dukungan, harapan, serta kepercayaan masyarakat terhadap konsistensi dan dedikasi Garuda Indonesia dalam menghadirkan layanan penerbangan haji yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan jemaah.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Timwas DPR Dalami Laporan Layanan Kesehatan Jemaah Haji
-
Ikut Berantas Judi Online bareng Komdigi, Gopay Perkuat Ekosistem Digital yang Aman
-
Pesawat Smart Air Mendarat Darurat di Nabire Karena Gangguan Mesin
-
Gunung Raung Erupsi Lagi, Tinggi Letusan hingga 1 km
-
Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Rayakan 19 Tahun Berdiri
-
Pertempuran Terbaru di Sudan Selatan Tewaskan Ratusan Jiwa
-
Diskominfo Kaltim Siap Tuntaskan Sambungan Internet Gratis di 841 Desa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.