Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pesawat AWACS Korut Berpotensi Dukung Pengembangan Teknologi Re-entry ICBM

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 00:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pesawat AWACS Korut Berpotensi Dukung Pengembangan Teknologi Re-entry ICBM Doc: YONHAP News

SEOUL - Sebuah analisis terbaru menunjukkan bahwa pesawat peringatan dini dan pengendalian udara (AWACS) milik Korea Utara, yang dilengkapi dengan radome dapat digunakan dalam pengembangan teknologi re-entry atau masuknya kembali ke atmosfer bumi, salah satu elemen kunci dalam rudal balistik antarbenua (ICBM).

Radome merupakan gabungan kata dari radar dan dome, yaitu penutup tahan air dan debu untuk antena radar yang terpasang di bagian luar pesawat.

Analis riset yang bekerja di CNA, lembaga riset dan analisis nirlaba yang berbasis di Washington DC, Decker Eveleth, merilis analisis tersebut dalam media kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Foreign Policy (FP), pada Senin (19/5).

Pesawat AWACS milik Korea Utara tidak hanya dapat digunakan untuk tujuan konvensional seperti memantau pergerakan aset militer AS atau Korea Selatan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk mengumpulkan data saat Korea Utara melakukan uji coba peluncuran ICBM,” ucap Eveleth seperti dilansir kantor berita KBS, Rabu (21/5).

Tingkat penyempurnaan teknologi re-entry merupakan salah satu elemen kunci yang menentukan kinerja dan tingkat kecanggihan ICBM sebagai senjata.

Pada November tahun lalu, Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Samuel Paparo, menyatakan bahwa Korea Utara tampaknya belum sepenuhnya menguasai teknologi re-entry. Namun ia menilai bahwa Korea Utara terus melakukan uji coba untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan keberhasilan Korea Utara dalam memproduksi AWACS, akan memperbesar peluang untuk memanfaatkan pesawat tersebut dalam memantau proses jatuhnya ICBM dan mengumpulkan data yang berguna bahkan dari peluncuran jarak pendek dengan sudut elevasi yang tinggi.

Diperkirakan pula bahwa AWACS juga akan digunakan oleh Korea Utara sebagai sarana untuk deteksi dini serangan misil jelajah, maupun pergerakan pesawat militer AS dan Korea Selatan. KBS/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.