Jamu Pahitan Bisa Bantu Tekan Asupan Karbohidrat di Momen Idul Adha
Kamis, 22 Mei 2025, 23:24 WIBJAKARTA - Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania M.Si mengatakan jamu pahitan dari brotowali dan sambiloto bisa membantu menekan asupan karbohidrat yang biasanya cukup tinggi saat momen Idul Adha atau Lebaran Haji.
âMisalnya Lebaran Haji banyak makan ketupat ya, ketupat kan karbonya tinggi juga nah itu bisa minum jamu pahitan,â katanya melalui pesan singkat yang diterima Antara, Kamis (22/5).
Inggrid mengatakan, jamu pahitan bisa membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh saat mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti ketupat, atau camilan dengan gula tinggi.
Jamu bisa dikonsumsi rutin setiap satu sampai dua kali per hari dengan variasi jamu lainnya yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan faktor eksternal seperti lingkungan, pekerjaan atau usia.
âMisalnya yang paling gampang sebetulnya jamu-jamu gendong ya, itu kan sebetulnya bisa dikonsumsi oleh banyak kalangan atau golongan usia setiap hari secara rutin,â katanya.???????
Inggrid mengatakan bahan rempah lainnya juga bisa dikonsumsi setiap hari untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan seperti beras kencur untuk badan lebih segar, kunyit asam yang memiliki sifat anti aging mencegah penuaan organ jantung dan pembuluh darah, serta bunga telang atau kamomil untuk menurunkan tekanan darah dan meredakan stres.
Selain jamu pahitan, Inggrid juga menyarankan untuk konsumsi buah jambu biji sebagai penyeimbang kadar gula darah dan kolesterol. Jambu biji juga dikaitkan dengan penurunan tekanan darah dan memperlancar pencernaan yang dibarengi dengan makanan yang mengandung serat lainnya.
Selain buahnya, rebusan daun jambu biji juga bermanfaat sebagai anti mikroba penyebab infeksi saluran cerna, serta meningkatkan trombosit bagi pasien demam berdarah dengue.
Ia juga menyarankan untuk lebih memilih ramuan jamu segar dari bahan alam agar lebih aman dikonsumsi, dan tetap memperhatikan kandungan atau ekstrak jamu dengan konsentrasi yang besar dari suplemen herbal. Ant
Berita Terkait:
-
Jemaah Calon Haji Kloter 02 asal Kabupaten Banjar Berangkatkan dari Embarkasi Banjarmasin
-
BMKG Prakiraan DKI Jakarta Dilanda Hujan Hari Ini
-
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen
-
Hidangan Ikan Herring, "Sashimi" Belanda yang Mulai Ditinggalkan Generasi Muda
-
BKN Terapkan WFH, Efisiensi Birokrasi ASN Diklaim Meningkat hingga 33 Persen
-
Tim Asuhan Frank Lampard, Coventry City Promosi ke Premier League Setelah Penantian 25 Tahun
-
Sempat Ada Masalah Beton: Kini Sekolah Rakyat Wonosobo Tancap Gas 40%, Target Juli Masuk Sekolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.