Leicester City Dituduh Langgar Aturan Finansial Selama Musim Championship 2023-2024

Rabu, 21 Mei 2025, 07:30 WIB

LONDON – Leicester City kembali tersandung masalah di luar lapangan. Klub yang terdegradasi dari Premier League musim ini didakwa melanggar aturan keuangan selama berkompetisi di Divisi Championship pada musim 2023-2024.

Tuduhan tersebut berasal dari dugaan pelanggaran terhadap aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) milik English Football League (EFL), yang kini ditangani oleh Premier League dan dirujuk ke komisi independen untuk ditindaklanjuti.

Ket. Foto: Logo klub Leicester City. — Sumber: Istimewa

“Setelah keputusan dari Arbitration Tribunal mengenai yurisdiksi, Leicester City FC kini dirujuk ke Komisi Independen atas dugaan pelanggaran terhadap aturan PSR EFL Championship untuk musim 2023/24, serta kewajiban klub untuk memberikan bantuan penuh, lengkap, dan tepat waktu kepada Premier League dalam penyelidikan," ujar juru bicara Premier League, Selasa (20/5).

EFL dalam pernyataan terpisah menjelaskan bahwa investigasi atas periode pelaporan keuangan tersebut dimulai setelah pengajuan data pada bulan Maret 2024. Setelah Leicester dipastikan terdegradasi dari Premier League, yurisdiksi penanganan kasus diserahkan kembali ke Premier League.

Leicester, yang musim depan akan kembali berkiprah di Championship, terancam sanksi pengurangan poin jika terbukti bersalah.

Menanggapi tuduhan tersebut, Leicester menyatakan akan bersikap kooperatif. “Klub akan terlibat secara kooperatif dalam proses ini setelah ditetapkannya yurisdiksi Premier League untuk periode yang berakhir pada tahun keuangan 2024 (FY24),” tulis pernyataan resmi klub.

Sebelumnya pada musim ini, Leicester sempat memenangkan banding yang mencegah Premier League menuntut mereka atas dugaan pelanggaran PSR pada musim 2022/23. Saat itu, Leicester berargumen bahwa Premier League tidak memiliki wewenang karena mereka sudah bermain di Championship ketika tuduhan diajukan. Banding tersebut diterima dan dikabulkan oleh panel independen.

"Klub puas karena berhasil membela diri terhadap upaya Premier League yang ingin membatalkan keputusan Dewan Banding terkait penilaian PSR untuk periode keuangan yang berakhir FY23," ujar Leicester.

Namun kini, dakwaan baru yang berfokus pada musim 2023/24 menjadi pukulan lanjutan bagi The Foxes yang tampil buruk musim ini. Leicester hanya menang enam kali dari 37 laga liga dan duduk di peringkat ketiga terbawah.

Nasib pelatih Ruud van Nistelrooy pun belum pasti. Pelatih asal Belanda itu disebut-sebut bisa dipecat usai gagal menghindarkan tim dari degradasi. Leicester akan menutup musim dengan laga tandang ke markas Bournemouth pada hari Minggu (25/5).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.