Badan Geologi: Gempa Dangkal Sumedang Berpusat di Kawasan Rawan Gempa
Rabu, 21 Mei 2025, 17:32 WIBBANDUNG - Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan gempa bumi darat dangkal bermagnitudo 3,7 pada kedalaman empat kilometer yang mengguncang Kabupaten Sumedang pada Rabu ini pukul 03:10 WIB, berpusat di kawasan rawan gempa menengah hingga tinggi.
"Berdasarkan pengamatan kami, daerah sekitar pusat gempa bumi yang ada di darat ini, terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi menengah hingga tinggi," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhamad Wafid dalam keterangan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/5).
Wafid mengatakan gempa bumi yang menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terletak pada koordinat 6,83 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,94 derajat Bujur Timur (BT), berjarak empat kilometer timur laut Kabupaten Sumedang. Di daerah sekitarnya memiliki morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, hingga pegunungan, yang tersusun oleh batuan kuarter non vulkanik, kuarter vulkanik, dan tersier.
Wafid mengatakan daerah tersebut sebagian besar tersusun oleh Kelas C (tanah sangat padat dan batuan lunak), Kelas D (tanah sedang), dan Kelas E (tanah lunak). Endapan kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, dan belum kompak memperkuat efek guncangan.
"Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif," kata Wafid.
Wafid tak menjelaskan lebih detail sesar aktif apa yang menyebabkan gempa bumi dangkal tersebut. Namun dilihat dari peta citra satelit yang dikirimkan Badan Geologi, pusat gempa terlihat berada tidak jauh dari Gunung Tangkuban Parahu.
Berdasarkan informasi dari BMKG guncangan gempa bumi ini dirasakan dengan Intensitas II-III Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) di Kecamatan Cimalaka. Hingga saat ini, belum ada informasi adanya korban jiwa atau kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini.
Atas kejadian ini, kata dia, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
"Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi," ucap Wafid.
Meski terjadi di kedalaman yang dangkal, kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan. "Seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran," tuturnya. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Sikap China di Dewan Keamanan PBB Terkait Resolusi Selat Hormuz dan Konflik Iran 2026
-
Gizi Seimbang Sangat Penting bagi Anak. Orangtua Menjadi Kunci Pelaksanaan
-
Pemutihan Pajak Kendaraan di Jakarta Mulai 10-31 November, Buruan Bayar PKB!
-
Carlos Alcaraz Juara Australian Open 2026 Usai Hancurkan Ambisi Djokovic
-
Jadwal Event Jakarta April 2026: Lokasi Deep and Extreme Indonesia (DXI) dan Pameran IWA
-
Bupati Lumajang Indah Amperawati Perpanjang Status Darurat Erupsi Semeru hingga 2 Desember 2025
-
Spider-Man 4 Versi Sam Raimi Mulai Bergerak Lagi, Tobey Maguire Bisa Kembali ke Kostum Legendarisnya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.