Vladimir Putin-Donald Trump Siap Gelar Pembicaraan

Senin, 19 Mei 2025, 02:00 WIB

Istanbul - Juru Bicara Pemerintah Russia Dmitry Peskov mengatakan persiapan percakapan telepon Presiden Vladimir Putin dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (19/5) tengah disiapkan.  

"Pembicaraan sedang dipersiapkan," kata Peskov pada Sabtu (18/5), mengonfirmasi pengumuman Trump sebelumnya di Truth Social bahwa ia akan berbicara dengan Putin pada 19 Mei.

Ket. Foto: Sumber: Institute for the Study of War and AEI’s Critical Threats Project — Sumber: afp

Seperti dikutip dari Antara, Trump menyebut percakapan yang direncanakan itu akan membahas masalah Perang Russia-Ukraina dan perdagangan.

Trump juga menekankan bahwa setelah menelepon Putin, dia akan berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Sebelumnya Putin dan Trump pernah melakukan kontak pada 18 Maret lalu.

Jadwal percakapan Trump dengan Putin itu diumumkan sesaat setelah pembicaraan damai tingkat tinggi delegasi Russia dan Ukraina di Istanbul berakhir dengan sejumlah kesepakatan.

Kedua pihak sepakat melakukan pertukaran 1.000 tawanan masing-masing, membuat usulan gencatan senjata terperinci, dan melanjutkan perundingan.

Ajudan Presiden Russia Vladimir Medinsky, yang memimpin delegasi Moskow dalam pertemuan Turki, mengatakan pihaknya merasa puas dengan pertemuan tersebut seraya mengakui bahwa Ukraina telah meminta dialog langsung kedua presiden.

Russia telah "mempertimbangkan permintaan ini," katanya.

Pertemuan telepon antara Putin dan Trump dinilai akan menjadi langkah penting dalam dinamika geopolitik global, terutama di tengah ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Eropa Timur.

Tahanan Perang

Sementara itu, pertukaran tahanan skala besar yang melibatkan masing-masing 1.000 orang dari Ukraina dan Russia kemungkinan akan dilakukan pekan depan, demikian disampaikan Kepala Intelijen Ukraina, Kyrylo Budanov, pada Sabtu (18/5) usai perundingan damai di Istanbul.

“Saya harap pertukaran itu terjadi pekan depan,” kata Budanov kepada stasiun televisi Ukraina TSN, seperti dikutip Interfax-Ukraina. “Siapa pun yang bisa kami ambil, akan kami ambil. Dan kami akan mengembalikannya dengan cara yang sama,” ujarnya.

Menteri Pertahanan Ukraina, Rustem Umerov, juga memastikan bahwa kedua pihak secara prinsip telah sepakat akan format dan waktu pertukaran tersebut.

“Kami sudah tahu tanggalnya, tapi belum bisa diumumkan sekarang,” ujar Umerov. Ia menambahkan, delegasi Ukraina bertindak berdasarkan arahan langsung dari Presiden Volodymyr Zelenskyy. Pembahasan juga mencakup kemungkinan gencatan senjata.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.