IHSG Lawan Tren, Ditutup Menguat di Saat Bursa Asia Tertekan
Senin, 19 Mei 2025, 17:52 WIBJAKARTA - Pasar saham di dalam negeri mencatatkan kinerja positif pada awal pekan ini di saat bursa di kawasan Asia tengah mengalami kelesuan.Â
Catatan positif tersebut dipengaruhi kolaborasi sentimen, baik dari eksternal seperti perkembangan ekonomi Tiongkok, maupun internal seperti aksi borong investor asing.Â
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/5) sore, ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG ditutup menguat 34,56 poin atau 0,49 persen ke posisi 7.141,09. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,50 poin atau 0,68 persen ke posisi 811,65.
âIHSG bergerak menguat di saat bursa regional Asia melemah, yang mana pasar merespon rilis data ekonomi Tiongkok yang menunjukkan pertumbuhan penjualan ritel April 2025 melambat dan gagal memenuhi ekspektasi, memperkuat kekhawatiran atas permintaan konsumen yang lemah, output industri mengalahkan perkiraan tetapi melambat dari kecepatan Maret 2025," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta.
Dari dalam negeri, IHSG melanjutkan kenaikan seiring aksi net buy (beli bersih) oleh investor asing. Di sisi lain, dengan downgrade yang terjadi pada AS, berpotensi menimbulkan arus modal investor masuk ke emerging market, salah satunya Indonesia.
Bank Indonesia (BI) melaporkan pada pekan kedua Mei 2025, aliran modal asing masuk (capital inflow) ke Indonesia senilai Rp4,14 triliun, yang menunjukkan bahwa investor asing mulai kembali melakukan akumulasi, menandakan bahwa mereka secara bertahap kembali memasuki pasar saham Indonesia.
Dari mancanegara, Moodyâs Ratings akhirnya menurunkan peringkat Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Aaa menjadi Aa1, seiring adanya kekhawatiran bahwa utang dan defisit akan membengkak, sehingga membuat AS kehilangan daya tariknya untuk para investor global.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang menguat sebesar 2,65 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 2,11 persen dan 1,90 persen.
Sedangkan, dua sektor menurun yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus sebesar 0,73 persen, diikuti oleh sektor properti yang turun sebesar 0,17 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ERTX, COCO, IDPR, TOBA dan BMTR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DAYA, KOPI, NAIK, SSTM dan DKHH.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.432.159 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,50 miliar lembar saham senilai Rp14,80 triliun. Sebanyak 409 saham naik 225 saham menurun, dan 173 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 280,22 poin atau 0,74 persen ke 37,473,50, indeks Shanghai menguat 0,12 poin atau 0,00 persen ke 3.367,58, indeks Hang Seng melemah 12,33 poin atau 0,05 persen ke 23.332,72, dan indeks Strait Times melemah 20,67 poin atau 0,53 persen ke 3.877,20.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api
-
Pemkab Bekasi Wajibkan Bank Sampah di Setiap RW, Warga Diajak Kelola Sampah dari Rumah
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Laporan Safe-Agent: Perusahaan Belum Siap Hadapi Risiko AI Otonom
-
Plt Bupati Ahmad Baharudin Ungkap Penyebab Serapan APBD Tulungagung 2026 Rendah
-
Wartawan Italia Klaim Alami Kekerasan saat Kapal Bantuan Menuju Gaza Dicegat Israel.
-
Kerjasama Mendukung Percepatan Digitalisasi sektor pariwisata di Destinasi Unggulan Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.