Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dana Multifinance Jangan Cuma Konsumsi, OJK Minta Perluas ke Sektor Produksi

📅 Senin, 19 Mei 2025, 16:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dana Multifinance Jangan Cuma Konsumsi, OJK Minta Perluas ke Sektor Produksi Doc: Istinewa.
Ket. Ilustrasi - Industri multifinance perlu melakukan diversifikasi pembiayaan ke sektor produktif.

JAKARTA - Diversifikasi pembiayaan adalah strategi penting bagi perusahaan multifinance untuk menjaga stabilitas keuangan, mengurangi risiko, dan meraih pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Dengan menawarkan produk dan layanan yang lebih luas, perusahaan dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan tetap kompetitif dalam industri pembiayaan. 

Kepala Eksekutif PVML Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman menyampaikan, industri multifinance didorong untuk melakukan diversifikasi pembiayaan ke sektor produktif seperti alat berat, energi terbarukan, dan kendaraan listrik, sehingga prospek multifinance tetap terbuka.

“Penurunan penjualan otomotif berdampak pada pembiayaan karena sektor ini masih dominan dalam portofolio multifinance. Namun, prospek industri tetap terbuka melalui diversifikasi ke sektor produktif seperti alat berat, energi terbarukan, dan kendaraan listrik,” kata Agusman di Jakarta, Senin (19/5).

Agusman menyampaikan, sejauh ini belum perlu dilakukan koreksi terhadap proyeksi pertumbuhan industri multifinance pada 2025, namun akan dilakukan review secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi perekonomian global dan domestik.

Industri multifinance terus didorong untuk melakukan penguatan manajemen risiko, efisiensi, dan tata kelola, agar strategi diversifikasi berjalan secara prudent dan berkelanjutan.

“Dengan pendekatan adaptif dan kolaboratif, industri multifinance diyakini dapat menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan yang tetap positif,” ujar Agusman.

Piutang multifinance diproyeksikan masih akan tetap tumbuh sebesar 8 persen hingga 10 persen pada tahun 2025, meskipun terdapat risiko akan bias ke bawah sehingga diperlukan peningkatan piutang pembiayaan yang lebih besar ke depan.

“OJK tentu akan mengawasi secara lebih ketat perkembangan yang terjadi dan akan terus melakukan strategi pengawasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan penerapan manajemen risiko oleh perusahaan pembiayaan dalam menghadapi dinamika perekonomian global dan domestik,” kata Agusman.

Secara keseluruhan, piutang pembiayaan multifinance tumbuh 4,6 persen year on year (yoy) pada Maret 2025 menjadi Rp510,97 triliun, didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 11,07 persen yoy.

Profil risiko multifinance terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross tercatat turun menjadi 2,71 persen (Februari 2025: 2,87 persen) dan NPF net 0,80 persen (Februari 2025: 0,92 persen). Gearing ratio tercatat sebesar 2,26 kali (Februari 2025: 2,20 kali) dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.

Khusus untuk kendaraan listrik, penyaluran pembiayaan ke segmen ini per Maret 2025 tercatat meningkat 5,65 persen month to month (mtm) menjadi sebesar Rp16,63 triliun (Februari 2025: Rp15,74 triliun), dengan porsi sebesar 3,08 persen dari total pembiayaan multifinance.

Secara umum, menurut Agusman, potensi pembiayaan atas kendaraan bermotor listrik di Indonesia masih cukup terbuka lebar seiring dengan rencana pembukaan investasi dalam bentuk pabrik dari manufaktur kendaraan bermotor listrik di Indonesia.

OJK menyampaikan, pihaknya terus mendorong pertumbuhan industri multifinance antara lain dengan mengizinkan multifinance yang memenuhi persyaratan tertentu untuk menyalurkan fasilitas modal usaha hingga Rp10 miliar melalui Peraturan OJK (POJK) Nomor 46 Tahun 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...

Sebuah Gudang Onderdil di Cengkareng Ludes Terbakar

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Sebuah Gudang Onderdil di C...
Megapolitan
Cari SIM Keliling Terdekat?...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.