Menjaga Rinjani Lewat Gaya Hidup Zero Waste
Minggu, 18 Mei 2025, 22:20 WIBJAKARTA - Gunung merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Sampah dapat mencemari habitat mereka, mengganggu keseimbangan ekosistem, dan mengancam keberadaan spesies tertentu.Â
Gunung memiliki keindahan alam yang luar biasa, termasuk pemandangan yang menakjubkan dan keanekaragaman hayati yang kaya. Sampah dapat merusak pemandangan dan mengurangi daya tarik gunung bagi para pendaki dan pengunjung.Â
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengajak para pengunjung dan pendaki untuk senantiasa menerapkan âzero wasteâ secara serius dan berkelanjutan di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).
âSekarang kita sedang menerapkan secara serius (gerakan) Rinjani Zero Waste. Yang akan dilakukan (pengunjung) adalah semua barang yang akan dibawa ke atas dihitung, semua ada formulirnya, dihitung barang apa aja yang akan dibawa,â ujar Menhut Raja Antoni dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (18/5).
Lebih lanjut, ia mengatakan nantinya barang bawaan para pendaki akan diperiksa dan didata.
âMisalnya kopi, kopinya berapa sachet, lebih ketat lagi nanti dimasukkan ke dalam kontainer, jadi tidak lagi membawa plastiknya ke atas. Nanti dicatat berapa container yang dibawa ke atas. Nanti ketika turun akan dihitung ulang, apakah masih ada sampah yang masih tertinggal di atas,â ujar Raja Antoni.
Menhut juga mengatakan pendaki yang tidak membawa turun sampah yang dibawa saat mendaki akan dikenakan sanksi blacklist selama lima tahun.
Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat yang akan mendaki Gunung Rinjani agar melakukan persiapan yang baik.
âDengan segala regulasinya ada denda dan sebagainya, sanksi blacklist lima tahun. Sehingga, lebih baik kalau memang dari daerah (luar Rinjani) seperti dari Jakarta, Surabaya, dari mana pun, (barangnya) sudah dikemas, supaya tidak terjadi kemacetan penghitungan,â ujar Menhut.
Ia berharap dengan penerapan zero waste ini, Gunung Rinjani tidak hanya dikenal dengan keindahannya, tapi juga kebersihan.
âDengan begini Rinjani kita tidak hanya cantik juga terkenal dengan kebersihannya. Beberapa sampah yang tidak bisa ditinggalkan (seperti tutup botol), diolah menjadi gantungan kunci,â ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kiper Wakabayashi dan Dua Calon Naturalisasi Belum Ikut FIFA Series
-
Efisiensi Anggaran, Pemkab Bone Bolango Fokus pada Program Unggulan yang Berdampak bagi Masyarakat
-
Usulan Pembangunan Penampungan Sampah di Jalur Pendakian Gunung Rinjani
-
Bulog Perketat Pengawasan Harga Beras demi Stabilitas
-
Puncak Arus Balik Libur Nataru Diprediksi Terjadi Jumat 2 Januari 2026
-
Matheus Cunha Siap Tampil Lawan West Ham United
-
WEF Davos 2026 Jadi Momentum Penguatan Industri Nasional dalam Rantai Pasok Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.