Kementan Sidak Pangkalan Ayam di Jakarta, Awasi Distribusi dan Harga Ayam Hidup
Minggu, 18 Mei 2025, 15:59 WIBJakarta â Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan harga ayam broiler (ayam ras pedaging) di daerah sentra konsumen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.Â
âKami ingin memastikan distribusi dari sentra produsen ke wilayah konsumen seperti Jabodetabek berjalan lancar. Ini penting untuk menjaga ketersediaan dan harga ayam tetap pada level yang wajar,â ujar Hary Suhada, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, saat kunjungan ke pangkalan ayam dan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (16/5/2025).
Dari hasil pemantauan, distribusi ayam hidup ke RPHU Pulo Gadung terpantau tidak mengalami fluktuasi yang berarti. Ketersediaan ayam broiler dinilai cukup stabil. Namun demikian, pelaku usaha menyampaikan masih adanya tantangan terkait fluktuasi harga dan beban biaya logistik relatif tinggi.
âKami akan dorong efisiensi rantai pasok serta integrasi sistem distribusi ayam. Semua langkah ini bertujuan untuk melindungi peternak rakyat sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen,â tegas Hary.
Selain itu, Kementan menekankan pentingnya peran strategis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi dan kab/kota dalam mengendalikan distribusi anak ayam umur sehari Final Stock (DOC FS), ayam hidup (livebird), serta karkas ayam.Â
Setiap OPD diharapkan dapat melakukan pengumpulan dan analisis data secara berkala terkait kapasitas produksi dan kebutuhan konsumsi di wilayah masing-masing.Â
Berdasarkan kalkulasi penyediaan dan kebutuhan, setiap OPD diharapkan merumuskan kebijakan distribusi yang terarah dan berbasis data, sehingga mampu mencegah terjadinya kelebihan pasokan (oversupply) maupun kekurangan pasokan (shortage), serta menjaga kestabilan harga di tingkat produsen dan konsumen.Â
Dalam kesempatan yang sama, Suparno Nojeng, seorang pengusaha ayam yang telah berkecimpung di industri ini sejak tahun 1980 di Jakarta, mengungkapkan bahwa pasokan ayam hidup dan karkas ke wilayah Jakarta sebagian besar berasal dari Jawa Barat, Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Meskipun suplai dinilai stabil mencukupi, harga ayam di tingkat peternak sebagai produsen kerap mengalami fluktuasi, sementara harga di pasar relatif stabil.Â
âHarga ayam selalu fluktuatif karena ketidaksinkronan antara peternak, pedagang dan pembeli,â ujar Suparno.
Kendati demikian, Suparno menyampaikan optimisme terhadap arah kebijakan pemerintah ke depan.
âKita percayakan kepada pemerintah, apalagi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menjelajah persoalan di masyarakat dari A sampai Z. Insya Allah, mudah-mudahan berjalan dengan baik dan saya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian,â kata Suparno.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, saat ditemui terpisah menekankan pentingnya merestorasi sistem tata niaga ayam ras nasional.Â
âRantai pasok ayam ras harus ditata ulang agar efisien dengan kolaborasi dan dukungan seluruh unsur pemerintah dan pelaku usaha,â kata Agung di Jakarta (17/5).
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Mentan: Produksi Meningkat, Target Serap Gabah 2026 Sebesar 4 Juta Ton Tercapai
-
Wakil Ketua MPR Nilai Krisis Energi Momentum Benahi Subsidi BBM dan LPG untuk Kurangi Beban APBN
-
Memperingati Hari Amal Bakti dengan Khitanan Massal Gratis
-
Impor Ilegal Bawang Bombai Terbongkar, Mentan: Segera Tindak dan Telusuri, Tak ada Kompromi!
-
Ketum PWI Ajak Wartawan Menata Mental Agar Menulis dengan Jernih
-
Capai Kesepakatan Harga, Pedagang Daging Batal Mogok
-
Bebani Industri Horeka, Pengusaha Minta Tinjau Ulang Sistem Kuota Impor Daging
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.