Guardiola Desak Manchester City Bangkit Usai Pahitnya Kekalahan Final Piala FA

Minggu, 18 Mei 2025, 09:33 WIB

LONDON – Pep Guardiola meminta para pemain Manchester City untuk menggunakan rasa kecewa akibat kekalahan mengejutkan di final Piala FA sebagai motivasi demi menyelamatkan musim yang suram dengan finis di lima besar klasemen Liga Inggris.

City dipastikan menutup musim tanpa satu pun trofi besar untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir setelah tumbang 0-1 dari Crystal Palace di Wembley, Minggu (18/5). Gol tunggal Eberechi Eze di menit ke-16 dan penyelamatan penalti Dean Henderson dari sepakan Omar Marmoush membuat City kembali kecewa di ajang domestik.

Ket. Foto: Pemain Manchester City dan Crystal Palace berebut bola dalam laga final Piala FA di Stadion Wembley, Minggu (18/5) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Kiper Palace itu tampil gemilang sepanjang laga, menggagalkan sejumlah peluang City. Ia juga lolos dari kartu merah meski sempat menangani bola di luar kotak penalti pada babak pertama, memicu protes keras dari kubu City.

Kegagalan ini menjadi bagian dari musim penuh kekecewaan bagi Guardiola. City gagal mempertahankan gela Liga Inggris, tersingkir dari Liga Champions, dan kini kembali takluk di final Piala FA—kekalahan kedua beruntun setelah tahun lalu ditaklukkan Manchester United.

Meski demikian, Guardiola menekankan bahwa perjuangan belum usai. City masih punya peluang finis di posisi lima besar klasemen yang akan menjamin tiket ke Liga Champions musim depan. Saat ini, The Citizens berada di peringkat keenam, tertinggal satu poin dari zona lima besar, dengan dua laga tersisa melawan Bournemouth (21/5) dan Fulham (25/5).

“Dalam sebulan terakhir kami sudah memperbaiki banyak hal, terutama soal mencetak dan kebobolan gol. Kami tampil lebih stabil,” kata Guardiola.

“Tetapi akhir-akhir ini, lawan Palace dan Southampton, kami tidak banyak menciptakan peluang. Tidak mudah memang. Kami butuh umpan silang bagus dan pemain yang siap di kotak penalti."

“Rencana permainan hari ini tidak berjalan karena kami kalah. Tapi saya tidak menyalahkan para pemain. Kami sedih karena gagal menjuarai kompetisi yang indah ini."

“Sekarang kami harus segera bangkit. Dua laga terakhir adalah dua ‘final’ bagi kami untuk bisa lolos ke Liga Champions.”

Salah satu momen mencolok dalam kekalahan ini adalah keputusan Erling Haaland memberikan penalti kepada Marmoush—indikasi penurunan kepercayaan diri sang bomber Norwegia. Haaland tercatat belum pernah mencetak gol di enam penampilan di Wembley, termasuk tiga final Piala FA dan satu semifinal.

Meski mencetak 30 gol dari 42 laga musim ini, Haaland juga gagal mencetak gol di final Liga Champions melawan Inter Milan dan Piala Super Eropa melawan Sevilla. Menghadapi pertahanan Palace yang bermain dalam, Haaland pun nyaris tak mendapat ruang.

Di lini tengah, Kevin De Bruyne menjadi tumpuan untuk membuka ruang, namun tampil tak konsisten. Ini menjadi laga final terakhirnya bersama City, dengan Guardiola sudah memberi sinyal akan melepas sang playmaker karena faktor usia dan cedera yang kian sering menghampiri.

“Saya berharap Kevin bisa memberi umpan-umpan kunci dari posisi yang kami inginkan, tapi sayangnya kami tidak bisa menemukan dia di sana,” ujar Guardiola.

Meski kecewa, Guardiola mencoba melihat sisi positif. “Hari ini kami bermain jauh lebih baik dibanding ketika kami mengalahkan Palace 5-2 di bulan April. Kami juga lebih baik dibanding saat kalah dari United tahun lalu. Kami menguasai bola, berusaha menciptakan peluang, tapi memang tidak mudah menghadapi 11 pemain bertahan.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.