Ekspor Chip Dibatasi, Nvidia Berencana Bangun Pusat Riset di Tiongkok

Sabtu, 17 Mei 2025, 11:00 WIB

SHANGHAI - Pembuat chip AS Nvidia berencana membangun pusat penelitian dan pengembangan di Shanghai, Financial Times melaporkan pada Jumat (16/5), karena pembatasan ekspor yang lebih ketat yang diberlakukan Washington mengancam penjualan di pasar utama Tiongkok.

Kontrol AS yang lebih ketat dalam beberapa tahun terakhir telah mencegah perusahaan yang berpusat di California tersebut menjual chip AI tertentu yang secara luas dianggap sebagai yang paling canggih di dunia, ke Tiongkok.

Ket. Foto: Pembuat chip AS Nvidia berencana membangun pusat penelitian dan pengembangan di Shanghai, Tiongkok. — Sumber: EPA

Akibatnya, kini perusahaan ini menghadapi persaingan yang lebih ketat dari pemain lokal di pasar penting tersebut, termasuk Huawei.

Bos Nvidia Jensen Huang membahas rencana mendirikan pusat penelitian dan pengembangan di Shanghai Bersama Walikota Shanghai saat berkunjung ke kota itu bulan lalu, FT mengutip dua orang yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui masalah tersebut.

Pusat riset tersebut akan “meneliti permintaan spesifik pelanggan Tiongkok dan persyaratan teknis rumit yang dibutuhkan untuk memenuhi pembatasan Washington”, kata laporan itu.

Sementara “desain inti dan produksi sebenarnya” akan tetap berada di luar Tiongkok untuk mematuhi peraturan pengalihan kekayaan intelektual.

Nvidia tidak mengonfirmasi atau membantah proyek tersebut saat dihubungi AFP, begitu pula pihak berwenang Shanghai.

Namun, sumber yang dekat dengan masalah tersebut mengatakan kepada AFP bahwa Nvidia "menyewakan ruang baru untuk karyawan yang sudah ada". "Ini merupakan kelanjutan dari kehadiran kami yang sudah lama di sana".

"Kami tidak mengirimkan desain GPU apa pun ke Tiongkok untuk dimodifikasi agar mematuhi kontrol ekspor," kata juru bicara Nvidia kepada AFP, mengacu pada unit pemrosesan grafis.

Dalam kunjungannya ke Beijing pada bulan April, Huang bertemu dengan Wakil Perdana Menteri He Lifeng dan menyampaikan kepadanya bahwa ia “memandang positif potensi ekonomi Tiongkok”, menurut kantor berita pemerintah Xinhua.

Huang mengatakan dia “bersedia untuk terus berinvestasi dalam pasar Tiongkok dan memainkan peran positif dalam mempromosikan kerja sama perdagangan AS-Tiongkok”, kata Xinhua.

Pengetatan pembatasan ekspor AS terjadi saat ekonomi Tiongkok goyah, konsumen dalam negeri enggan berbelanja dan krisis sektor properti yang berkepanjangan membebani pertumbuhan.

Presiden Xi Jinping telah menyerukan agar negara menjadi lebih mandiri karena ketidakpastian dalam lingkungan eksternal meningkat.

Xi mengatakan bulan lalu bahwa Tiongkok harus “memperkuat penelitian dasar, memfokuskan upaya kita untuk mengatasi tantangan dalam teknologi utama seperti chip canggih dan perangkat lunak inti, serta membangun sistem AI otonom”, menurut Xinhua.

Washington telah memperluas upayanya dalam beberapa tahun terakhir untuk mengekang ekspor chip canggih ke Tiongkok, khawatir chip ini digunakan untuk kepentingan system militer Beijing dan melemahkan dominasi AS dalam hal kecerdasan buatan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

Berita Terbaru

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.