Ancelotti Disebut Bisa Bangkitkan Brasil, Tapi Tantangan Struktural Masih Membayangi
Kamis, 15 Mei 2025, 14:10 WIBJAKARTA â Kedatangan Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru tim nasional Brasil disambut dengan antusiasme oleh sejumlah mantan pemain legendaris, namun mereka juga mengingatkan bahwa perubahan pelatih saja tidak cukup untuk mengatasi tantangan yang dihadapi sepak bola Brasil saat ini.
Ancelotti, pelatih berusia 65 tahun yang dikenal sebagai salah satu manajer tersukses di dunia, akan resmi memimpin Brasil usai kontraknya bersama Real Madrid berakhir. Ia merupakan satu-satunya pelatih yang pernah menjuarai lima liga top Eropa dan dua kali membawa Real Madrid meraih gelar ganda LaLiga dan Liga Champions dalam tiga musim terakhir.
âSaya sangat gembira. Tidak ada orang yang tidak gembira saat pelatih terbaik di dunia diumumkan,â ujar Felipe Melo, mantan pemain Brasil di Piala Dunia 2010.
Namun demikian, Dunga, kapten juara Piala Dunia 1994 sekaligus mantan pelatih Brasil, mengingatkan soal pergantian pelatih yang terlalu sering.
âJika kita mengganti empat pelatih dalam kurang dari tiga tahun, ada sesuatu yang salah. Ancelotti datang untuk mendapatkan hasil, dan kita semua harus membantunya.â
Brasil saat ini berada di posisi keempat dalam klasemen sementara kualifikasi zona CONMEBOL menuju Piala Dunia 2026, hanya menang enam kali dari 14 pertandingan. Enam negara teratas otomatis lolos ke turnamen di Amerika Utara itu.
Mauro Silva, juga anggota tim juara 1994, menyebut bahwa Ancelotti punya wawasan luas tentang berbagai pendekatan sepak bola di dunia, dan itu bisa menjadi aset besar untuk tim Brasil.
Formiga, legenda sepak bola wanita Brasil, menyoroti pentingnya koneksi cepat antara Ancelotti, staf, dan pemain. âDia tidak punya banyak waktu, tapi saya harap semua pihak bisa bekerja sama. Disiplin dan semangat adalah kunci.â
Namun, mereka juga menanggapi kritik dari Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, yang menyatakan bahwa pemain Brasil saat ini tak sebanding dengan generasi masa lalu.
âYang terjadi adalah semua orang di Brasil merindukan gelar,â kata Mauro Silva. âSudah 24 tahun sejak terakhir kali kami juara dunia. Semua orang sedih dan berharap.â
Ia menutup dengan refleksi: âKita kehilangan semangat dan karakter dari masa lalu. Generasi sekarang harus belajar dan mencerminkan sejarah sepak bola Brasil.â
Tantangan besar menanti Ancelotti, tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam membangkitkan struktur sepak bola Brasil agar bisa kembali ke masa kejayaannya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Ensign InfoSecurity dan iCIO Community Gelar Simulasi Krisis Siber Imersif
-
IABI: Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Alarm bagi Mitigasi Sesar Lokal
-
Tumbang dari Filipina dan Malaysia, Skuad MLBB Indonesia Tetap Lolos ke Asian Games 2026! Kok Bisa?
-
Jalan Rasuna Said Kini Lebih Asri dan Enak Dipandang
-
Pemkab Situbondo Permudah Izin Investasi Hotel Bintang 4 di Kawasan Pesisir Kendit
-
Dari Perangkat hingga Infrastruktur, Lenovo Bangun Fondasi AI Enterprise untuk Organisasi Modern
-
Update Klasemen Sementara Piala Dunia: Inggris dan Kolombia Teratas Puncaki Grup L & K
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.