- Home
-
- Luar Negeri
-
- Albanese Puji Kerja Sama P...
Albanese Puji Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia
Kamis, 15 Mei 2025, 15:31 WIBJAKARTA - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memuji kerja sama pertahanan negaranya dengan Indonesia selama kunjungan ke Jakarta pada Kamis (15/5), lawatan pertamanya ke luar negeri sejak terpilih kembali.
Kedua negara telah berupaya meningkatkan hubungan keamanan dalam menghadapi berbagai titik panas di kawasan Asia-Pasifik termasuk Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan.
Australia dan Indonesia mengesahkan pakta pertahanan penting tahun lalu yang mencakup ketentuan untuk latihan gabungan dan penempatan pasukan di masing-masing negara, kedua negara tetangga itu menjanjikan kerja sama yang lebih erat di kawasan.
Albanese menjadikan Jakarta sebagai persinggahan luar negeri pertamanya setelah mengamankan masa jabatan kedua dalam pemilihan umum awal bulan ini.
Pemimpin Partai Buruh mengatakan Australia berupaya membangun perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani dengan Indonesia pada bulan Agustus.
"Perjanjian level traktat yang didukung oleh perjanjian Lombok ini akan memungkinkan kerja sama baru dalam keamanan maritim, antiterorisme, serta bantuan kemanusiaan dan bencana," kata Albanese dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo Subianto.
Albanese menyebut kesepakatan Agustus itu sebagai "langkah paling signifikan" dalam kemitraan keamanan Australia dan Indonesia selama tiga dekade.
"Saya ingin menegaskan, saya tidak melihat perjanjian ini sebagai langkah terakhir, melainkan hanya langkah berikutnya," imbuhnya.
Perjanjian Lombok sebelumnya, yang mulai berlaku pada tahun 2008, mencakup perjanjian mengenai latihan militer bersama, keamanan maritim, dan pelatihan militer.
Prabowo mengatakan kepada wartawan bahwa Jakarta dan Canberra akan membahas lebih lanjut cara-cara untuk meningkatkan hubungan pertahanan, serta menjalin kerja sama ekonomi yang lebih erat.
"Kami juga mengundang Australia untuk lebih berpartisipasi dalam perekonomian kami," katanya, seraya mengajak para pebisnis Australia untuk berinvestasi di negaranya.
âPenting untuk memperkuat kerja sama ini di tengah ketidakpastian situasi ekonomi global saat ini.â
Albanese mengatakan penguatan investasi Australia di Indonesia adalah hal yang "wajar dan penting, tetapi bukan sesuatu yang tak terelakkan". Ia menambahkan bahwa keterlibatan yang lebih besar dari pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil diperlukan.
"Pertumbuhan negara dan wilayah Anda juga mencerminkan kesejahteraan dan peluang yang tercipta oleh perdagangan yang bebas dan adil," tambahnya.
Di bawah pemerintahan Prabowo, Indonesia telah bergerak untuk meningkatkan hubungan dengan Australia.
Pada bulan Desember, beberapa bulan setelah Prabowo menjabat, Jakarta memulangkan lima terpidana anggota jaringan narkoba "Bali Nine" yang tersisa ke Australia berdasarkan kesepakatan antara kedua negara.
Setelah penandatanganan kesepakatan pertahanan tahun lalu, lebih dari 2.000 tentara dari kedua negara mengadakan latihan militer gabungan pada bulan November yang mencakup latihan udara, darat, laut, dan dunia maya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Cegah Narkoba, Pemprov Jawa Timur Deklarasikan Desa Bersinar
-
Isi Agenda Presiden Prabowo di Australia: Bahas Strategi Global, Tutup dengan Jamuan Kenegaraan
-
IHSG Hari Ini Melemah, Ketegangan AS dan Iran Jadi Biang Kerok
-
Kepastian Hukum Rendah, Presiden Perlu Bentuk Komisi Kepastian Hukum Demi Pulihkan Kepercayaan Investor
-
Australia Buat Rancangan Hukum Senjata Lebih Ketat, Usai penembakan Maut di Pantai Bondi Sydney
-
Kunjungan Mantan Gubernur Jenderal Australia
-
Trump Umumkan AS Akan Terima 30–50 Juta Barel Minyak Venezuela
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.