Ruben Amorim Ragu Posisi di Manchester United Usai Hasil Buruk Beruntun
Senin, 12 Mei 2025, 14:56 WIBJAKARTA - Ruben Amorim mulai meragukan masa depannya sebagai pelatih Manchester United setelah tim kembali gagal meraih kemenangan di Liga Primer Inggris. Posisi klub yang saat ini berada di peringkat ke-16 klasemen menjadi cerminan nyata kegagalannya dalam mengubah nasib Setan Merah di kompetisi domestik sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala.
Manchester United kini hanya berjarak satu posisi dari zona degradasi, dengan Tottenham Hotspur yang tengah berjuang di final Liga Europa menjadi satu-satunya penghalang antara United dan tiga terbawah. Rentetan hasil negatif yang dialami tim membuat Amorim berada dalam tekanan berat, dan usai hasil imbang tanpa gol terakhir, ia tampak mulai mempertanyakan kapasitasnya.
"Ini bukan salah para pemain. Ini salah saya, saya yang bertanggung jawab. Jika kita tidak bisa mengubahnya secepat itu, kita harus memberikan tempat kita kepada orang lain," ujar Amorim.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pelatih asal Portugal itu mulai merasa posisinya tidak lagi layak dipertahankan jika tidak mampu memberikan perbaikan signifikan.
Namun, pemilik minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe, masih menunjukkan simpati terhadap posisi Amorim. Ia menilai sang pelatih telah bekerja dalam situasi yang sulit dan layak mendapat pengertian lebih luas dari publik maupun manajemen. Menurutnya, performa Amorim tidak bisa hanya diukur dari posisi di klasemen.
"Sejujurnya, saya pikir dia telah melakukan pekerjaan yang hebat dalam situasi ini, dengan skuad yang tersedia, fakta bahwa dia datang di pertengahan musim," kata Ratcliffe pada Maret lalu.
"Semua orang mengharapkan keajaiban dalam semalam. Menurut saya, itu bukan cara yang tepat, bukan kehidupan nyata." tambahnya.Â
Ratcliffe juga menyoroti krisis cedera yang dialami Amorim selama memimpin United. Ia menyebutkan bahwa separuh dari pemain dengan gaji tertinggi di klub tidak tersedia, termasuk nama-nama seperti Mason Mount, Luke Shaw, Marcus Rashford, dan Jadon Sancho yang dipinjamkan ke Chelsea. Menurutnya, minimnya opsi pemain membuat Amorim bekerja dalam keterbatasan yang ekstrem.
Meski mendapatkan dukungan dari manajemen, Amorim tetap merasa tidak puas dengan performa tim di liga domestik. Ia menyuarakan rasa malu atas posisi yang dihuni Manchester United saat ini dan menyebut mentalitas tim sebagai persoalan utama.
"Saya merasakan apa yang seharusnya dirasakan seorang manajer Manchester United dalam posisi itu. Sulit untuk menerimanya," kata Amorim.
Amorim menambahkan bahwa timnya perlu lebih agresif dan memiliki dorongan emosional yang kuat setiap kali gagal menang.
"Kami harus merasa bahwa itu adalah akhir dunia ketika kami tidak memenangkan pertandingan. Terutama ketika kami tidak menang," ujarnya.
Ia menilai masalah terbesar United saat ini bukan teknis, tetapi mentalitas pemain yang tidak lagi takut kalah, sebuah hal yang menurutnya sangat berbahaya bagi klub sebesar Manchester United.
Dengan situasi yang terus memburuk, masa depan Ruben Amorim di Old Trafford kini menjadi tanda tanya besar. Jika hasil buruk terus berlanjut, bukan tidak mungkin tekanan publik dan internal akan memaksanya untuk mundur sebelum musim berakhir.
- Manchester United
- Ruben Amorim
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional untuk Tingkatkan SDM
-
Manchester United Finis di Peringkat Tiga Usai Kalahkan Forest 3-2
-
Man United Selangkah Lagi Sepakati Transfer Ederson dari Atalanta, Segini Nilainya!
-
Marcus Rashford Buka Suara soal Masa Depannya di Barcelona usai Juara La Liga
-
Carrick Redam Isu Bek Baru, De Ligt Tunjukkan Sinyal Kebangkitan
-
Manchester United Terpukul, Stuttgart Hapus Klausul Rilis Angelo Stiller di Tengah Pencarian Pengganti Casemiro
-
MU Bisa Kerepotan Hadapi Leeds
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.