Mikel Arteta Merasa Arsenal yang Terbaik

Jumat, 09 Mei 2025, 06:42 WIB

PARIS — Meski jelas-jelas dua kali kalah di semifinal, pelatih Arsenal, Mikel Arteta merasa Arsenallah yang terbaik dalam Liga Champions musim ini. Paris Saint-Germain memastikan satu tempat di final Liga Champions usai menyingkirkan Arsenal dengan agregat 3-1.

PSG menang 2-1 dalam leg kedua di Parc des Princes, Kamis (8/5) dini hari WIB. Namun, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menolak mengakui keunggulan lawan dan bersikukuh bahwa tim asuhannya adalah yang terbaik di kompetisi musim ini.

Ket. Foto: Gelandang PSG Fabian Ruiz (tengah) merayakan gol dengan Achraf Hakimi (kiri) dan Joao Pedro Goncalves Neves setelah mencetak gol pertama bagi timnya dalam pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA PSG versus Arsenal di Stadion Parc des Princes. — Sumber: Thomas SAMSON / AFP

“Jika melihat dua pertandingan, pemain terbaik mereka adalah kiper. Donnarumma jadi pembeda. Saya bangga pada para pemain. Seratus persen saya yakin tak ada tim yang lebih baik dari Arsenal di Liga Champions tahun ini,” ujar Arteta.

Arsenal sempat menggebrak di awal laga dan menciptakan banyak peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang buruk ditambah penampilan gemilang Gianluigi Donnarumma menggagalkan harapan The Gunners untuk mencapai final pertama kali sejak 2006.

PSG tampil efisien. Fabian Ruiz membuka keunggulan di akhir babak pertama sebelum Achraf Hakimi menggandakannya tak lama selepas jeda. Bukayo Saka sempat memberi harapan bagi Arsenal, namun itu tak cukup membalikkan keadaan. Penalti Vitinha yang gagal dieksekusi hanya menambah ketegangan, tetapi Les Parisiens tetap melenggang.

“Saya akui, ini pertandingan paling sulit bagi di Liga Champions. Tapi PSG pantas lolos. PSG mencetak lebih banyak gol dan itu yang utama,” ujar pelatih PSG, Luis Enrique. Lolosnya PSG ke final di Munich pada tanggal 1 Juni melengkapi perjalanan menakjubkan di turnamen ini. Sebelumnya, PSG sukses menyingkirkan dua wakil Liga Inggris lainnya, Liverpool dan Aston Villa. Padahal di fase grup, PSG sempat terpuruk dan finis di peringkat ke-15 dari 36 tim, hanya meraih 5 poin dari 5 laga pertama.

Statistik menunjukkan PSG salah satu tim terbaik Eropa. Ketika mulai tampil lebih klinis, PSG buktikan pantas berada di final. “Sejak hari pertama melatih PSG, saya katakan tujuan adalah membuat sejarah,” lanjut Enrique ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.