Pasar Menantikan Arah Kebijakan The Fed, Berikut Prediksi IHSG, Kamis Ini

Kamis, 08 Mei 2025, 08:51 WIB

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren positif, hari ini (8/5), meskipun penguatannya bersifat terbatas. Sentimen penggerak IHSG diperkirakan berasal dari global. 

VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi melihat pasar bakal merespons pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang akan menahan suku bunga acuan (FFR). Selain itu, pasar masih melihat peluang pemangkasan FFFR pada Juli, September dan Oktober mendatang. 

Ket. Foto: Arsip foto - Pekerja melintasi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.  — Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Karenanya, IHSG dalam perdagangan, Kamis (8/5), bergerak menguat terbatas dengan kisaran support 6.870 dan resistance di 7.000. 

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/5) sore, ditutup menguat 28,03 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.926,23, seiring adanya sinyal negosiasi kebijakan tarif antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,29 poin atau 0,30 persen ke posisi 777,05.

“IHSG dan bursa regional Asia menguat seiring sinyal proses negosiasi antara AS dan Tiongkok," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar bereaksi positif terhadap pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan perwakilan dagang AS Jamison Greer mengenai persiapan pertemuan dengan delegasi Tiongkok pada pekan ini.

Upaya ini berpotensi menjadi langkah awal dalam negosiasi tarif antara AS dan Tiongkok, yang dikabarkan pembicaraan kedua negara akan berlangsung di Swiss. Pertemuan ini tentunya akan lebih cair sehubungan proses negosiasi tarif, sehingga akan menurunkan ketegangan kedua negara.

Sentimen positif lainnya didorong oleh pengumuman Bank Sentral Tiongkok (PBOC) tentang pemotongan 50 bps yang ditetapkan untuk menyuntikkan sekitar 1 triliun Yuan ke dalam sistem perbankan, di saat Beijing bergerak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah ketegangan perdagangan dengan AS.

Di sisi lain, pelaku pasar juga fokus menantikan hasil rapat Federal Open Meeting Committee (FOMC) bank sentral AS The Fed yang akan disampaikan pada malam hari ini.

Dari dalam negeri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2025, pemerintah akan menerapkan kebijakan yang berorientasi pada penguatan daya beli, pemberian stimulus ekonomi, percepatan investasi, serta optimalisasi belanja negara.

Upaya ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang menguat sebesar 2,72 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor teknologi yang masing-masing naik sebesar 1,13 persen dan 0,96 persen.

Sedangkan, tiga sektor menurun yaitu sektor industri turun paling dalam minus sebesar 0,75 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan infrastruktur yang masing-masing turun sebesar 0,41 persen dan 0,75 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.471.027 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,42 miliar lembar saham senilai 15,61 triliun rupiah. Sebanyak 314 saham naik 271 saham menurun, dan 214 tidak bergerak nilainya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.