Utang Istaka Karya Dihapus Tagih, Pemerintah Pacu Mobil Listrik Jadi Sektor Prioritas
Rabu, 07 Mei 2025, 10:10 WIBJAKARTA â Meski produksi mobil listrik ini bukan solusi langsung untuk membayar utang Istaka Karya yang diselesaikan lewat hapus tagih, geliat di sektor baru ini merepresentasikan strategi pemerintah untuk membangun kekuatan ekonomi masa depan.
Selain itu, untuk menciptakan nilai baru yang juga dapat memperkuat BUMN dan perekonomian nasional secara keseluruhan, sebagai penyeimbang dari penyelesaian beban masa lalu.
Di tengah upaya pemerintah membereskan liabilitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di masa lalu, perhatian juga diarahkan pada pengembangan sektor-sektor ekonomi strategis baru.
Kementerian BUMN tengah memproses penyelesaian utang PT Istaka Karya (Persero) kepada vendor BUMN melalui mekanisme hapus buku. Sementara itu, investasi besar masuk untuk produksi mobil listrik di Indonesia.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menjelaskan bahwa utang Istaka Karya sebesar Rp 434,1 miliar kepada BUMN/Afiliasi akan diselesaikan melalui hapus tagih karena kondisi perusahaan yang telah dibubarkan. Prosesnya memerlukan kriteria umum dari Presiden Prabowo Subianto dan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) masing-masing BUMN kreditur.
"Kami akan menyiapkan surat internal kepada Presiden untuk mendapat kriteria umum, dan kemudian mendorong seluruh BUMN yang terlibat ini untuk melakukan RUPS persetujuan proses pelepasan ini," ujar Tiko di Kompleks Parlemen, Selasa (6/5) kemarin. Langkah ini adalah solusi formal untuk membersihkan piutang macet di pembukuan BUMN seperti Waskita Karya, Brantas Abipraya, BSI, dan Wijaya Karya.
Beriringan dengan penataan BUMN dari beban masa lalu, pemerintah juga aktif menciptakan sumber pertumbuhan baru. Sebanyak 7 produsen mobil listrik global, termasuk BYD dan VW, dijadwalkan memulai produksi di Indonesia dalam waktu dekat, dengan target tambahan kapasitas 280 ribu unit per tahun dan total investasi sekitar Rp 15 triliun.
Menteri Investasi, Rosan Roeslani, melihat ini sebagai peluang emas. "Dengan mulai berproduksinya BYD hingga VW, bisa menjadikan Indonesia sebagai produsen mobil listrik dunia dalam beberapa tahun ke depan," kata Rosan.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Yuniar Dwi Setiawati
Berita Terkait:
-
Pangkas Emisi, Tiongkok Pacu Peningkatan Sektor Daur Ulang Sampah
-
BBM Mahal, Kendaraan Listrik di Kamboja Melonjak
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
-
KAI Percepat Uji Coba B50 Jelang Penerapan Nasional pada Juli 2026
-
Risiko Kebakaran, Hyundai dan Kia Minta Pemilik 14 Mobil Listrik di Amerika Parkir Jauh dari Rumah
-
Sisir Kolong Tol MOI Sampai Subuh, 75 Polisi Gabungan Sita Barang Ini dari Jalanan Jakut
-
Paket Sembako untuk Warga Tidak Mampu di Bangka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.