Rekam Jejak Sukses Jadi Landasan, Sulsel-Swiss Perkuat Kemitraan Berbagai Sektor
Rabu, 07 Mei 2025, 09:35 WIBMAKASSAR â Kemitraan dengan Swiss diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Sulsel. Swiss dianggap sudah siap dalam memberikan dukungan lewat transfer teknologi, pembangunan kapasitas, dan program kerja sama teknis.
Tentunya, selain energi dan vokasi, peluang kolaborasi di sektor pariwisata berkelanjutan, seperti yang sudah berjalan di Toraja dan transportasi perkotaan, juga akan terus dikembangkan.
Baru saja, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pemerintah Swiss sepakat untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang.
Kerja sama ini akan difokuskan pada energi terbarukan, pendidikan vokasi, transportasi berkelanjutan, dan pariwisata, sebagai bagian dari Program Kerja Sama Pembangunan Indonesia-Swiss 2025-2028.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menyambut baik inisiatif Swiss ini, menekankan bahwa pemilihan Sulsel sebagai mitra didasarkan pada potensi signifikan daerah.
"Kami percaya kerja sama ini akan memperkuat daya saing daerah dan mendorong pembangunan berkelanjutan," ujar Fatmawati. Ia secara spesifik menyebut potensi Sulsel di bidang energi bersih, didukung PLTB Sidrap dan Jeneponto, serta ketersediaan sumber daya manusia yang siap ditingkatkan melalui pendidikan vokasi, menjadikannya mitra ideal.
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, mengonfirmasi kesiapan Swiss untuk memperkuat kemitraan. Menurutnya, Sulsel dipilih juga karena rekam jejak proyek Swiss yang telah berhasil di provinsi ini.
"Keberhasilan program Swisscontact di Sulsel, termasuk pelatihan keterampilan tenaga kerja dan pengembangan rantai pasok kakao, menunjukkan landasan kerja sama yang kuat," kata Zehnder.
Ia menambahkan, sejumlah Politeknik di Sulsel telah menjadi mitra dalam program Skills for Competitiveness (S4C) yang didukung Swiss, memperkuat alasan untuk melanjutkan dan memperluas kolaborasi, terutama di sektor pendidikan dan pembangunan kapasitas SDM.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Yuniar Dwi Setiawati
Berita Terkait:
-
Tayang 1 Oktober, Film "Lobang Buaya" Garapan Hanung Bramantyo Berlatar Peristiwa Kelam Tahun 1965
-
Kemenpar Percepat Pemulihan Destinasi Wisata Terdampak Bencana
-
Mau Pindah ke Negeri Sakura? Tinggal di Jepang Kini Wajib Bayar 75.000 Yen
-
Warga Korsel Makin Gemar Belanja Daring, Transaksi Tembus 25 Triliun Won
-
Lumpuh Total! 2.961 Penerbangan Batal dan 341 Ribu Penumpang Terdampak Krakatau
-
Layanan Pertanahana Lebih Banyak Berlarut-larut
-
Biar Tak Mudah Tertipu Saat Belanja, Disperindag Sumbar Edukasi Konsumen di Mall
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.