Pengamat: Pabrikan Otomotif Juga Harus Aktif Membangun SPKLU
Rabu, 07 Mei 2025, 23:46 WIBJAKARTA - Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tidak hanya menjadi beban pemerintah, melainkan harus ada keaktifan dari produsen otomotif itu sendiri.
âTanggung jawab produsen EV seyogianya tak berhenti pada sekadar jualan mobil; percepatan adopsi di Indonesia menuntut keterlibatan aktif membangun infrastruktur SPKLU,â kata Yannes Martinus Pasaribu kepada Antara, Rabu (7/5).
Menurut dia, ketersediaan SPKLU menjadi salah satu kunci berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di tanah air. Dengan banyak dan mudah ditemuinya SPKLU membuat para pengguna kendaraan listrik tidak lagi merasa khawatir akan jarak tempuh dari kendaraan tersebut.
Tidak hanya untuk menghalau rasa takut akan kehabisan baterai, maraknya kehadiran SPKLU juga menjadi salah satu indikasi kepercayaan konsumen untuk bisa beralih ke kendaraan listrik dengan cepat.
âKetersediaan SPKLU adalah kunci mengatasi range anxiety dan meraih kepercayaan konsumen, sehingga produsen tak bisa sekadar mengandalkan pemerintah atau PLN,â ujar dia.
Meski begitu, hal tersebut juga harus dibarengi dengan regulasi perizinan yang mudah serta adanya insentif investasi diperkuat. Standarisasi konektor mobil-charger berikut sistem komunikasi data back-end, dikatakan oleh Yanes juga harus compatible beserta sistem pembayaran yang mudah.
Sementara untuk pengisian daya ulang kendaraan listrik yang berada di rumah, menurut Yannes, PLN tidak terlalu membebani administrasi pemasangan. Karena hal tersebut, justru menjadi sumber pendapatan tetap, apalagi tren pengisian terjadi malam hingga pagi hari.
Saat ini, PLN telah menyediakan sekitar 3.588 unit SPKLU yang sudah tersebar di Indonesia, PLN juga berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah SPKLU, dengan target 5.800 unit pada akhir 2025.
Dari total 5.800 unit tersebut, PLN pada musim mudik Lebaran 2025 yang lalu menyediakan sekitar 1.000 unit. Sehingga, para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik tidak lagi merasa khawatir akan keterbatasan SPKLU. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pertamina Pelopor Produk Energi Rendah Karbon di Kawasan Regional
-
Persita Tangerang Butuhkan Satu Pertandingan Uji Coba Lagi
-
Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Brasil 2026, Kini Intai Puncak Klasemen
-
PT KAI Wisata Luncurkan Perjalanan Eksklusif Kereta Uap ‘Baru Klinthing’
-
Ilmuwan Biologi Temukan Makhluk Berusia 300 Tahun yang 'Sangat Besar' di Dasar Laut
-
Ringankan Beban Korban Bencana di Kabupaten Agam, Pertamina Peduli Hadir Nyata
-
Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sidang Pantukhirda Calon Taruna Akademi TNI 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.