Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Brasil 2026, Kini Intai Puncak Klasemen
Senin, 23 Mar 2026, 12:44 WIBJAKARTA - Klasemen sementara Moto3 2026 mengalami pergeseran signifikan usai seri Brasil yang berlangsung sengit dan penuh drama. Sorotan utama tertuju pada pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang sukses mencetak sejarah sekaligus merangsek ke papan atas klasemen.
Tampil di Sirkuit Goiania, Veda finis di posisi ketiga setelah melalui duel ketat, terutama dalam tiga lap terakhir. Manuver agresifnya saat menyalip sejumlah rival menjadi kunci keberhasilan mengamankan podium. Tambahan 16 poin dari hasil tersebut membuatnya kini mengoleksi total 27 poin dan menempati peringkat ketiga klasemen sementara.
Dalam klasemen terbaru usai Moto3 Brasil 2026, Veda hanya terpaut satu poin dari Marco Morelli yang berada di posisi kedua. Morelli sendiri tampil solid dengan finis sebagai runner-up pada balapan tersebut.
Sementara itu, posisi puncak klasemen ditempati Maximo Quiles. Kemenangan di Brasil mengukuhkan dominasinya dengan raihan 45 poin, unggul cukup jauh dari para pesaing terdekatnya.
Di bawah tiga besar, Alvaro Carpe menempati peringkat keempat dengan 26 poin setelah menunjukkan konsistensi dengan finis di posisi keempat dalam dua seri awal. Adapun David Almansa harus turun ke posisi kelima usai gagal finis di Brasil, meski sebelumnya sempat memenangi seri pembuka.
Hasil ini menegaskan ketatnya persaingan di Moto3 musim 2026. Veda Ega Pratama kini muncul sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan posisi teratas, sekaligus membuka peluang baru bagi Indonesia di kancah balap dunia.
Lebih dari sekadar hasil, pencapaian Veda di Brasil menjadi tonggak sejarah. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Moto3, sekaligus menembus tiga besar dalam sejarah Grand Prix level kejuaraan dunia.
Performa impresifnya juga tak lepas dari karakter balap yang mencuri perhatian. Dijuluki âOâVedinhaâ oleh timnya, Honda Team Asia, Veda mendapat identitas khas yang mencerminkan kelincahan dan keberaniannya di lintasan. Dalam bahasa Portugis, julukan tersebut bermakna âsi kecilâ dengan konotasi positif.
Selain itu, ia juga dikenal dengan sebutan âThe Young Lionâ, yang menggambarkan gaya balap agresif dan mental bertandingnya yang tak gentar menghadapi pembalap lebih berpengalaman.
Lahir pada tanggal 23 November 2008, Veda menapaki karier dari level junior hingga internasional dengan progres pesat. Ia pernah menjuarai Asia Talent Cup dan tampil impresif di Red Bull MotoGP Rookies Cup sebelum akhirnya menjalani debut di Moto3 musim 2026.
Kini, dengan performa menjanjikan di awal musim, Veda Ega Pratama tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga mulai diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda paling berbahaya di grid Moto3.
- Gunung Kidul
- Moto3
- Veda Ega Pratama
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
23 Ribu Kendaraan di Jakarta Sudah Diuji Emisi pada Awal 2026
-
Harga BBM: Mulai 1 Maret, Revvo 92 Naik Jadi Rp12.390 Per Liter di SPBU Vivo
-
MBG untuk Lansia? Mensos sebut Masih Dalam Tahap Pematangan Konsep
-
Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 Sambut Nyepi dan Promosikan Seni Budaya Bali
-
Bubur Kanji Rumbi, Menu Wajib Berbuka Puasa di Masjid Darussalam Langsa Aceh
-
Langit AS Kacau Usai Badai Salju Selimuti Pantai Timur
-
Pemkot Bengkulu Mulai Verifikasi dan Validasi 15.500 Peserta PBI JKN yang Dinonaktifkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.