Breaking News: India Tembakkan Tiga Rudal ke Pakistan, Tewaskan Warga Sipil Termasuk Anak-anak

Rabu, 07 Mei 2025, 05:21 WIB

ISLAMABAD - India pada Rabu (7/5) dini hari menembakkan sedikitnya tiga rudal dari wilayah udaranya ke tiga kota termasuk dua kota di Kashmir yang dikuasai Pakistan , menewaskan sedikitnya tiga warga sipil dan melukai lebih dari selusin orang, menurut pembaruan awal, kata direktur jenderal (DG) sayap media angkatan bersenjata Pakistan.

Dilansir oleh The Guardian, penilaian kerusakan awal akibat serangan rudal India menunjukkan sedikitnya tiga orang tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan rudal oleh India di wilayah yang dikuasai Pakistan , kata juru bicara militer Pakistan .

Ket. Foto: Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, bersumpah akan membalas serangan India. Di Ahmedpur Timur, dilaorkan seorang anak dan 12 orang terluka dan Dua warga sipil tewas di Kotli. — Sumber: Istimewa

"Kotli, Ahmedpur Timur, Bagh, Muzaffarabad, dan Muridke di Bahawalpur terkena serangan itu," kata Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry kepada Geo News, demikian laporan surat kabar Dawn. 

Surat kabar itu mengutip pernyataannya:
Di Ahmedpur Timur, kami memiliki informasi tentang tewasnya seorang anak dan 12 orang terluka … Dua warga sipil tewas di Kotli.

Gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan seorang anak berlumuran darah tergeletak tak bernyawa dan terluka parah dalam genangan darah di atas tandu.

Dalam sebuah video yang dibagikan secara luas di Twitter/X , ledakan besar menerangi area tersebut dengan suara gemuruh dan asap mengepul.

Serangan rudal dilaporkan sekitar pukul 1 pagi waktu setempat.

Dirjen Angkatan Bersenjata Pakistan Letjen Ahmed Sharif Chaudhry mengatakan bahwa Pakistan akan memberikan tanggapan yang setimpal terhadap serangan “pengecut” terhadap warga sipil oleh India .

Beberapa jam sebelum serangan, menteri pertahanan Pakistan, Khawaja Asif , mengatakan bentrokan dengan India “bisa terjadi kapan saja” karena ketegangan antara negara-negara bersenjata nuklir itu meningkat di antara kedua negara setelah serangan militan pada 22 April di Pahalgam, Kashmir yang dikelola India , yang menewaskan 26 orang.

India menyalahkan Pakistan atas serangan teroris tersebut. Islamabad menolak tuduhan New Delhi dan meminta penyelidikan yang transparan. 

Angkatan bersenjata India juga mengatakan Pakistan “kembali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menembakkan artileri di Bhimber Gali di wilayah Poonch-Rajauri ”.

Militer India “merespons dengan tepat dalam cara [yang terukur]”, katanya dalam sebuah posting di X.

Bersumpah membalas

Pakistan berjanji akan membalas setelah gelombang rudal India menghantam negaranya

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif , mengatakan India telah melakukan serangan “pengecut” di lima lokasi di wilayah kekuasaan Pakistan.

Menurutnya, Pakistan memiliki hak untuk menanggapi dengan tegas tindakan perang yang dipaksakan oleh India ini, dan tanggapan tegas sedang diberikan.

"Pakistan akan menanggapi 'dengan tegas' 'tindakan perang' India," kata perdana menteri dalam sebuah pernyataan di X.

Ia mengatakan “seluruh bangsa” mendukung angkatan bersenjata Pakistan dalam “cara menghadapi musuh”.

Penggunaan senjata nuklir

Sebelumnya, Dubes Pakistan Jamali mengatakan bahwa Pakistan bersiap merespons agresi apapun dari India, termasuk dengan penggunaan senjata nuklir. 

"Kami di Pakistan akan menggunakan seluruh spektrum kekuatan secara penuh, baik secara konvensional maupun nuklir," tutur Jamali.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, telah mengumumkan pertemuan komite keamanan nasional di Islamabad menyusul serangan rudal India di wilayah yang dikuasai Pakistan.

Pertemuan tersebut telah dijadwalkan pada pukul 10 pagi waktu setempat, Geo TV melaporkan, mengutip menteri informasi Pakistan, Attaullah Tarar .

Dilaporkan sebelumnya bahwa sumber keamanan Pakistan mengatakan negara itu menembak jatuh dua jet India sebagai balasan atas serangan India di wilayah yang dikuasai Pakistan.

Samaa TV, mengutip sumber keamanan Pakistan, melaporkan bahwa jet tempur Rafale milik angkatan udara India ditembak jatuh di dekat Ahmedpur Timur di Bahawalpur.

Tanggapan AS

Presiden AS Donald Trump baru saja ditanyai tentang serangan rudal India ke wilayah yang dikuasai Pakistan.

"Ini sangat disayangkan," kata Trump kepada wartawan. "Kami baru saja mendengarnya."

Ia mengatakan “orang-orang tahu sesuatu akan terjadi berdasarkan masa lalu” karena kedua belah pihak telah bertempur “selama beberapa dekade dan abad.”

"Saya hanya berharap ini segera berakhir," imbuh Trump.

Sementara itu, Pakistan International Airlines (PIA) mengatakan semua penerbangan domestik dan internasional di darat telah ditunda.

Semua penerbangan masuk dan keluar dialihkan ke Karachi, katanya.

Pihak berwenang telah menyarankan penumpang untuk tidak datang ke bandara dan kembali ke rumah.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.