Anak Muda Yogyakarta Diajak Berkreasi untuk Memperkenalkan Budaya

Jumat, 18 Sep 2026, 17:49 WIB

YOGYAKARTA – Anak-anak muda Yogyakarta didorong untuk terus berkreasi. Mellaui itu mereka diajak mengenal budaya setempat. Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berupaya mengenalkan warisan budaya kepada masyarakat khususnya kalangan anak muda melalui ajang kreativitas generasi muda yang dikemas dalam kegiatan Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF).

"Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa warisan budaya tetap mempunyai tempat di tengah kreativitas generasi muda," kata Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta Yetti Martanti di Yogyakarta, Jumat.

Ket. Foto: anak muda — Sumber: ist

Menurut dia, KHFF 2026 yang digelar selama tiga hari dari 17 sampai 19 Februari tersebut mengusung tema kuratorial "Menafsir Ulang Warisan: Film sebagai Ruang Kritik dan Negosiasi Budaya".

"Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada selebrasi keragaman ekspresi budaya, KHFF 2026 ini untuk mengajak publik membaca warisan budaya secara kritis, kontekstual, dan inklusif," katanya.

Dia mengatakan dalam festival yang berpusat di dua lokasi utama di kawasan Kotabaru, yakni Pasar Terban dan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) tersebut, tercatat sebanyak 184 film yang didaftarkan untuk mengikuti festival.

Menurut dia, jumlah tersebut menjadi yang tertinggi selama empat tahun penyelenggaraan KHFF di Yogyakarta, dan selanjutnya dikurasi untuk masuk dalam program kompetisi.

"Ketika diberikan ruang dan cara yang tepat, sejarah, identitas, dan kehidupan masyarakat justru dapat menjadi sumber cerita yang sangat kaya bagi sineas," katanya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan KHFF menjadi ruang menarik untuk memperkenalkan warisan budaya melalui cara yang lebih dekat dengan perkembangan zaman, khususnya melalui film dan kreativitas generasi muda.

Menurut dia salah satu hal yang menarik dalam KHFF adalah program Becak Drive-In Cinema, yang mana penonton tidak hanya datang ke lokasi pemutaran film, tetapi juga diajak menyusuri kawasan Kotabaru menggunakan becak listrik.

"Biasanya orang datang ke bioskop, duduk di kursi, lalu menonton layar. Di sini kursinya becak, bahkan sebelum menonton, becak membawa penonton lebih dulu menikmati kota, terutama kawasan Kotabaru dan Kelurahan Terban," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.