Arsenal Datang Membawa Luka Lama
📅 Rabu, 07 Mei 2025, 07:04 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP/FRANCK FIFE
PARIS – Sembilan belas tahun setelah pulang dengan kecewa dari di Stade de France, Arsenal kembali ke Prancis membawa luka lama yang bisa saja terulang. Dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (8/5) dini hari WIB, The Gunners menghadapi Paris Saint-Germain dengan misi sulit, membalikkan kekalahan 0-1 dari leg pertama di Emirates Stadium.
PSG menatap laga ini sebagai favorit pemenang, tak hanya karena keunggulan agregat, tetapi juga karena rekam jejak luar biasa mereka di kandang. Tim asuhan Luis Enrique telah mencetak 14 gol dalam tiga kemenangan kandang terakhir mereka di Liga Champions. Sementara itu, Arsenal, meski tengah mencatatkan tujuh laga tandang tak terkalahkan, tetap membawa beban sejarah dan inkonsistensi pertahanan yang mengkhawatirkan.
Gol cepat Ousmane Dembele pada menit ke-4 di leg pertama menjadi satu-satunya pembeda. “Kami tampil dewasa, disiplin, dan efektif. Tapi semifinal belum berakhir. Arsenal punya kualitas yang bisa menghukum siapa pun,” ujar pelatih PSG Luis Enrique.
Namun, kabar dari Paris belum sepenuhnya menggembirakan. Dembele mengalami cedera hamstring dan diragukan tampil. Selain itu, gelandang serang Lee Kang-in juga tak berada dalam kondisi prima. PSG kemungkinan akan mengandalkan Goncalo Ramos sebagai ujung tombak. Dia akan didukung Khvicha Kvaratskhelia dan Desire Doue di sisi sayap.
Sementara itu, Arsenal datang dengan semangat balas dendam setelah tampil mengecewakan saat kalah 1-2 dari Bournemouth akhir pekan lalu. “Kami tidak bisa tampil seperti itu lagi. Kalau kami ingin berada di final, harus memainkan pertandingan terbaik musim ini. PSG tak akan memberi ruang kesalahan,” tegas Mikel Arteta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kabar baik ada pada Arsenal karena Thomas Partey yang absen di leg pertama karena skorsing, bisa bermain. Gelandang itu akan membentuk poros tengah bersama Declan Rice dan Martin Odegaard. Namun, Arteta masih harus memantau kondisi Jurrien Timber yang belum fit sepenuhnya.
Masalah utama Arsenal musim ini adalah kegagalan mempertahankan keunggulan. Gol Declan Rice ke gawang Bournemouth sempat membawa harapan, namun akhirnya sia-sia setelah Dean Huijsen dan Evanilson membalikkan skor. Itu ke-10 musim ini Arsenal kehilangan poin setelah sempat memimpin, sebuah rekor buruk yang tak bisa terjadi lagi di Paris.
Tantangan Berat
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sejarah Liga Champions, hanya dua tim yang mampu membalikkan kekalahan kandang di leg pertama semifinal. Ini dilakukan Ajax pada tahun 1996 dan Tottenham Hotspur pada tahun 2019. Arteta tak menutup mata akan tantangan berat ini. “Kami tahu sejarahnya tidak berpihak. Tapi sepak bola bukan soal statistic, tapi momen. Kami percaya momen akan datang di Paris,” ucapnya.
Di sisi lain, PSG juga tak luput dari tekanan. Mereka pernah mengalami mimpi buruk melawan tim Inggris saat unggul lebih dulu. Itu dialami saat kalah dari Manchester United pada tahun 2019, dan masih membekas.
Enrique tak ingin sejarah itu terulang. “Kami menghormati Arsenal. Mereka punya pelatih cerdas, pemain muda dengan energi besar. Tapi kami akan bermain untuk menang, bukan bertahan,” ujarnya.
Duel ini juga akan menjadi ujian mental. PSG sering dituduh tak punya daya juang di momen besar. Enrique bertekad mengubah narasi itu. Sedangkan Arsenal ingin membuktikan bukan sekadar tim “hampir juara.”
Bagi The Gunners, kemenangan 2-1 seperti di Bernabeu akan cukup untuk membawa laga ke perpanjangan waktu. Namun, mempertahankan clean sheet di Paris akan menjadi tantangan berat. Apalagi tanpa beberapa pemain kunci seperti Gabriel Jesus, Kai Havertz, dan Tomiyasu. ben/AFP/G-1

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!