Ragam Seni Budaya Nusantara Jadi Daya Tarik di Festival Hakata Dontaku

Selasa, 06 Mei 2025, 21:58 WIB

JAKARTA - Beragam seni dan kebudayaan asal Republik Indonesia menjadi daya tarik pada Festival Hakata Dontaku yang merupakan festival tahunan kesenian dan budaya terbesar di Fukuoka Jepang.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo melalui pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (6/5), mengatakan bahwa sejumlah komunitas Indonesia di Fukuoka menampilkan tari Saman Aceh, tari Padupa Makassar, dan penampilan angklung.

Ket. Foto: Penampilan komunitas Indonesia saat menampilkan tari Saman di Festival Hakata Dontaku, di Fukuoka, Jepang. — Sumber: ANTARA/HO-KBRI Tokyo

“Kolaborasi yang kuat antar kelompok masyarakat Warga Negara Indonesia serta dukungan penuh dari KBRI Tokyo menjadikan festival ini sebagai media promosi ragam seni budaya tradisional Indonesia di Jepang,” kata Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Korfung Pensosbud) KBRI Tokyo Muhammad Al Aula.

Al Aula menuturkan bahwa festival yang berlangsung pada 3-4 Mei dan diperkirakan dihadiri 2 juta wisatawan domestik Jepang dan mancanegara itu menjadi kesempatan untuk menjalin komunikasi dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah setempat.

“Hubungan people-to-people antar masyarakat Indonesia-Jepang dalam memperkuat persahabatan kedua negara kedepannya akan terus diperkuat dan dikembangkan seperti halnya dalam gelaran Festival Hakata Dontaku ini," ucapnya.

Selain menampilkan berbagai kesenian Indonesia di atas panggung, sekitar 250 masyarakat Indonesia juga berpartisipasi dalam parade budaya pada Festival Hakata Dontaku ini.

Ragam baju batik dan pakaian tradisional Indonesia seperti pakaian adat Jawa, Betawi, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali yang dikenakan Dontaku Tim Parade Indonesia dari sejumlah pelajar, pemagang dan diaspora Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri dari warga Jepang saat menyaksikan parade Festival Hakata Dontaku.

Di sela-sela penyelenggaraan Festival Hakata Dontaku, delegasi KBRI Tokyo melakukan pertemuan secara terpisah dengan kepolisian, imigrasi, dan perwakilan pemerintah Kota Fukuoka.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai upaya peningkatan kolaborasi termasuk upaya promosi budaya maupun juga peningkatan kesadaran terhadap ketentuan setempat, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Fukuoka.

Korfung Pensosbud Al Aula juga berdialog dengan sejumlah komunitas WNI seperti Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah Jepang, Muslim Fukuoka, GIII Fukuoka, dan Komunitas Makassar Indonesia Fukuoka. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.