- Home
-
- Megapolitan
-
- Layanan Transfer Antarbank...
Layanan Transfer Antarbank Bank DKI Kembali Normal, Dirut Minta Maaf kepada Nasabah
Selasa, 06 Mei 2025, 15:35 WIBJAKARTA - Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, mengonfirmasi bahwa layanan transfer antarbank melalui skema Real Time Online (RTOL) di aplikasi JakOne Mobile telah kembali normal dan dapat digunakan oleh nasabah mulai hari ini, Selasa (6/5/2025). Namun, untuk layanan transfer melalui skema BI Fast, Agus menyatakan bahwa pihaknya masih berkoordinasi lebih lanjut dengan regulator.
âLayanan transfer antarbank melalui skema BI Fast melalui aplikasi JakOne Mobile masih dalam proses koordinasi lebih lanjut dengan pihak regulator,â ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Agus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah selama masa pemulihan sistem. Ia menegaskan bahwa pemulihan dilakukan secara menyeluruh dan hati-hati, dengan tetap mengedepankan keamanan sistem dan kenyamanan nasabah.
âProses pemulihan dilakukan secara menyeluruh dan hati-hati dengan mengedepankan keamanan sistem dan kenyamanan nasabah sehingga dilakukan secara bertahap,â jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa selama proses pemulihan, kerahasiaan data, keamanan dana, serta saldo nasabah tetap aman dan tidak mengalami pengurangan.
âKami memahami bahwa aktivitas pemeliharaan sistem ini telah memberikan ketidaknyamanan bagi sebagian nasabah. Namun, hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keandalan layanan digital Bank DKI,â tambah Agus.
Bank DKI juga rutin melakukan pemantauan dan pengujian sistem untuk menjaga stabilitas operasional dan kelancaran layanan. Selain menggunakan JakOne Mobile, nasabah tetap dapat melakukan transaksi transfer antarbank melalui jaringan ATM Bank DKI yang tersedia selama 24 jam.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengambil tindakan tegas menyusul gangguan layanan yang terjadi sejak malam takbiran (30 Maret 2025). Dalam rapat terbatas bersama jajaran Direksi Bank DKI pada 8 April lalu, Pramono membebastugaskan Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono, karena dianggap bertanggung jawab atas terganggunya layanan transaksi digital.
âJadi untuk itu saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang,â tegas Pramono dalam video Instagram yang diunggahnya.
Ia juga menginstruksikan agar kasus ini dilaporkan ke Bareskrim Polri karena diduga ada unsur kelalaian atau potensi keterlibatan oknum internal.
âLaporkan ke Bareskrim, proses hukum, karena ini sudah keterlaluan. Nggak mungkin nggak melibatkan orang dalam,â ujar Pramono.
Pemulihan layanan ini menjadi langkah penting Bank DKI dalam memulihkan kepercayaan publik dan menunjukkan komitmennya dalam transformasi digital perbankan yang andal dan aman.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Perkuat Fondasi Teknologi Berkelanjutan, Bank Jakarta Investasi pada Talenta Digital
-
Maresca Mulai Era Baru, Manchester City Siapkan Perombakan Besar dan Sejumlah Pemain Bintang Terancam Pergi
-
Wamendagri Ribka Haluk: RSUD Jayapura Harus Jadi Garda Terdepan Kesehatan di Papua
-
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
-
Wamenpar Serukan Pelaku Wisata Dieng Tingkatkan Layanan
-
Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat
-
Nama Bank Jakarta Jadi Merek Dagang Baru Bank DKI, Berikut Filosofinya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.