Turkish Airlines Jadi Sponsor Utama Liverpool, Nilai Kontrak Tembus 6,5 Triliun Rupiah
Rabu, 09 Sep 2026, 00:30 WIBLONDON â Liverpool resmi mengumumkan Turkish Airlines sebagai sponsor utama baru di bagian depan jersey mulai musim 2027-28. Kesepakatan berdurasi lima tahun tersebut dilaporkan bernilai fantastis 300 juta rupiah atau sekitar 6,5 triliun rupiah.
Liverpool tidak mengungkapkan nilai kontrak secara resmi. Namun, BBC melaporkan kesepakatan tersebut mencapai 300 juta pound selama lima tahun, atau lebih dari 60 juta pound per musim.
Angka itu akan menjadi peningkatan signifikan dibandingkan kontrak saat ini bersama Standard Chartered. Bank tersebut membayar sekitar 50 juta pound per musim dan telah menjadi sponsor utama di bagian depan jersey The Reds sejak 2010.
Dengan nilai lebih dari 60 juta pound per musim, kerja sama dengan Turkish Airlines diyakini menjadi kesepakatan sponsor bagian depan jersey paling mahal dalam sejarah Premier League.
Kesepakatan Arsenal dengan Emirates dan Manchester City bersama Etihad Airways juga memiliki nilai besar, tetapi kedua kerja sama tersebut mencakup hak penamaan stadion. Liverpool tetap mempertahankan nama stadion mereka sebagai Anfield.
Standard Chartered masih akan menghiasi bagian depan jersey Liverpool sepanjang musim ini. Mulai 2027-28, perusahaan tersebut akan beralih status menjadi global partner klub.
Kerja sama baru dengan Turkish Airlines sekaligus menandai babak baru dalam sejarah komersial Liverpool. The Reds merupakan klub sepak bola profesional besar pertama di Inggris yang memasang sponsor di jersey.
Sejarah tersebut dimulai pada 1979 ketika nama perusahaan elektronik asal Jepang, Hitachi, terpampang di seragam Liverpool.
Kini, hampir lima dekade kemudian, klub Merseyside itu akan memasuki era baru dengan salah satu maskapai penerbangan terbesar dunia.
Menariknya, hubungan Liverpool dengan Turki memiliki ikatan sejarah yang kuat.
Chief commercial officer Liverpool, Ben Latty, mengatakan bagian depan jersey memiliki tempat istimewa dalam sejarah klub. Ia berharap kerja sama dengan Turkish Airlines dapat dibangun di atas fondasi yang sudah terbentuk sejak kemenangan dramatis Liverpool di final Liga Champions 2005 di Istanbul.
âBagian depan jersey memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah Liverpool,â ujar Latty.
Ia menambahkan, kemitraan tersebut akan dibangun di atas âfondasi yang kuatâ yang tercipta dari kemenangan Liverpool di final Liga Champions di Istanbul pada 2005.
Pada pertandingan legendaris di Stadion Atatürk, Liverpool bangkit dari ketertinggalan 0-3 melawan AC Milan sebelum akhirnya menjuarai Liga Champions melalui drama adu penalti.
Hubungan historis tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kolaborasi Liverpool dan Turkish Airlines terasa lebih dari sekadar kesepakatan bisnis.
CEO Turkish Airlines Ahmet Olmustur menilai kerja sama dengan Liverpool mempertemukan dua merek global yang memiliki jangkauan internasional sangat luas.
âKerja sama ini mempertemukan dua merek global yang disatukan oleh jangkauan internasional, komitmen terhadap keunggulan, serta kemampuan menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia,â kata Olmustur.
Turkish Airlines mengklaim memiliki jaringan penerbangan ke 356 destinasi di 132 negara. Istanbul menjadi pusat utama jaringan maskapai tersebut.
Bandara Istanbul bahkan berhasil menyalip London Heathrow sebagai bandara tersibuk di Eropa pada periode puncak musim panas Juli, dengan jumlah penumpang lebih dari delapan juta orang.
Bagi Turkish Airlines, kerja sama dengan Liverpool juga menjadi bagian dari strategi memperkuat citra global perusahaan. Maskapai pembawa bendera Turki tersebut merupakan salah satu proyek soft power penting Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Perusahaan itu dikendalikan oleh Turkey Wealth Fund, yang memiliki 49,1 persen saham Turkish Airlines.
Kontrak besar tersebut hadir ketika Liverpool terus memperkuat posisi sebagai salah satu klub sepak bola dengan kekuatan finansial terbesar di Eropa.
Pada Februari lalu, Liverpool mencatat pendapatan tahunan lebih dari 700 juta pound untuk tahun finansial terakhir. The Reds juga menjadi klub Premier League dengan peringkat tertinggi dalam Deloitte Football Money League.
Negosiasi dengan Turkish Airlines diketahui telah berlangsung sebelum 1892 Holdings, konsorsium yang dipimpin pengusaha Inggris keturunan India, Amit Bhatia, membeli sekitar 38 persen saham Liverpool bulan lalu.
- Liverpool
- turkish airlines
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
IKN Bakal Dijadikan Percontohan Rehabilitasi Mangrove
-
Mengapa Sebagian Masyarakat Masih Salah Memandang Ruang Publik.
-
Pemkab Mimika Komit Dukung Program Strategis Nasional MBG dan Sekolah Rakyat
-
MUI Kecam Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Ancol
-
Gerak Cepat, Kemkomdigi Pastikan Reaktivasi IGRS Ditargetkan Rampung 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.