Kelompok tani di Kabupaten Bekasi buka eduwisata kebun melon
Selasa, 06 Mei 2025, 16:00 WIBKabupaten Bekasi -- Kelompok Tani Melonesia di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membuka objek wisata edukasi atau eduwisata kebun melon premium berbasis organik yang memberikan kesempatan pengunjung memetik hasil panen.
Anggota Kelompok Tani Melonesia Hafid Faidi mengatakan melon yang ditanam merupakan jenis Sweetnet dan Okasa F1. Setiap pot ditanami satu pohon melon yang ditargetkan menghasilkan satu buah dengan kualitas premium.
"Alhamdulillah hasil panen mencapai lebih dari 300 kilogram. Terima kasih bapak dan ibu yang sudah bersuka ria mengikuti wisata petik melon, semoga bermanfaat," katanya di lokasi kebun di Kabupaten Bekasi, Senin.
Ia mengatakan kebun buah melon ini berdiri di atas lahan seluas 15Ã20 meter dengan 700 bibit melon yang ditanam menggunakan metode pot atau menggunakan media polybag.
Media tanam yang digunakan merupakan campuran serabut kelapa dan pupuk organik. Teknik ini membuat tanaman lebih tahan terhadap hama, hemat air sekaligus menghasilkan buah dengan rasa manis serta tekstur yang padat dan segar.
Camat Cibitung Encun Sunarto yang berkesempatan meninjau kebun melon ini mengatakan setiap pot menghasilkan satu buah melon dengan kualitas rasa luar biasa manis dan tekstur buah yang padat, hasil teknik tanam organik tanpa bahan kimia.
Menurut dia inovasi pertanian ini dapat menjadi model percontohan urban farming yang adaptif terhadap keterbatasan lahan namun tetap menghasilkan produk berkualitas tinggi.
"Dengan harga jual mencapai Rp50.000 per kilogram, buah melon dari kebun ini tetap diminati karena keunggulannya sebagai produk sehat dan ramah lingkungan," katanya.
Dia mengatakan kebun melon ini juga telah resmi dibuka untuk umum sebagai destinasi agrowisata. Pengunjung tidak hanya bisa membeli buah yang telah dipanen melainkan juga merasakan sensasi memetik langsung buah pilihan mereka dari pohon.
Selain daya tarik wisata lokal, kebun ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak dan pelajar. Mereka dapat belajar tentang penting pertanian organik, pengelolaan media tanam alami sekaligus pengurangan penggunaan pestisida berbahan kimia.
Kelompok tani ini membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar. Di sini pengunjung bisa melihat proses budi daya dari dekat, berdialog langsung dengan petani, bahkan membawa pulang bibit dan media tanam untuk ditanam di rumah.
- kabupaten bekasi
- panen melon
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Rayakan Hari Kartini, KAI dan Kemenekraf Hadirkan Lukisan Karya Seniman Erika Richardo di Kereta Api
-
Skor Persaingan Usaha Meningkat, Sinyal Baik atau Tantangan Baru bagi Bisnis Kecil?
-
Ramadhan Jadi Momentum Perbaikan, BGN Benahi Kemasan, Komposisi, dan Transparansi MBG
-
Kucurkan Rp100 Miliar, Pemkab Bekasi Fokus Tuntaskan Titik Rusak Jalur Inspeksi Kalimalang
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Sultra
-
Menkeu Purbaya Lantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekjen Kemenkeu
-
Pemkab Bekasi Tancap Gas Menuju Pilkades Digital 2026, Ini Persiapannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.