Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Kebijakan Tarif AS Bikin RI Waspada! Pemerintah Siapkan Regulasi ‘Perisai’ Baru

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Kebijakan Tarif AS Bikin RI Waspada! Pemerintah Siapkan Regulasi ‘Perisai’ Baru Doc: ANTARA FOTO/R Rekotomo.
Ket. Ilustrasi – Pengunjung memilih kain batik pada pameran kerajinan tangan ‘Batikraft Vaganza’ di Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Penguatan pasar domestik sangat penting karena menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan memperkuat pasar domestik, negara dapat memanfaatkan potensi pasar yang besar, meningkatkan daya saing produk lokal, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor.

Indonesia memiliki potensi pasar domestik yang besar, dengan populasi lebih dari 250 juta orang. Dengan memanfaatkan potensi ini, Indonesia dapat memperkuat industri lokal, meningkatkan daya saing produk nasional, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor.

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah sedang merumuskan regulasi baru sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak dari tarif impor tinggi yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Maman mengatakan fokus utama regulasi tersebut adalah memperkuat pasar domestik.

“Salah satu solusi adalah diversifikasi pasar, tapi saya melihatnya, kita harus melihat diversifikasi pasar itu jangan kita melihat pasar di luar negeri, justru seharusnya diversifikasi pasar itu kita tambahkan satu hal, yaitu keseriusan kita untuk menjadikan Indonesia sebagai market kita sendiri," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/5).

Ia menambahkan bahwa potensi pasar dalam negeri tidak kalah besar dengan pasar global. Meskipun ia mendukung ekspor, pasar Indonesia yang terdiri dari 250 juta penduduk, menurutnya, tidak boleh diabaikan, karena dapat menjadi pasar yang sama pentingnya dengan pasar luar negeri.

Ketika ditanya mengenai bentuk regulasi yang tengah digodok, Maman menyatakan bahwa pembahasannya masih berlangsung di lintas kementerian, termasuk Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Ia juga belum bisa memastikan apakah regulasi yang diterbitkan berupa revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor atau peraturan baru. Ia menambahkan bahwa regulasi ini akan menjadi bagian dari paket kebijakan ekonomi pemerintah yang juga mempertimbangkan hasil negosiasi Pemerintah RI dengan Pemerintah AS.

Kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan AS dipandang menjadi ancaman bagi industri nasional, terlebih AS merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia. Pengenaan tarif ini berpotensi memukul sejumlah sektor ekspor utama tanah air, seperti garmen, peralatan listrik, alas kaki, hingga minyak nabati.

AS merupakan mitra ekspor terbesar kedua bagi Indonesia setelah Tiongkok. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total ekspor Indonesia ke AS sepanjang Januari–Februari 2025 tercatat mencapai 4,68 miliar dolar AS. AS juga menjadi salah satu penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia, dengan total surplus selama periode tersebut mencapai 3,14 miliar dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.