Unggahan AI Trump Berjubah Paus Picu Amarah, Gedung Putih Bungkam Seribu Bahasa

Senin, 05 Mei 2025, 11:02 WIB

WASHINGTON D.C. - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menuai kontroversi setelah mengunggah gambar dirinya mengenakan jubah Paus yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) di akun Instagram dan Truth Social miliknya, Sabtu (3/5/2025). Unggahan ini bahkan diunggah ulang oleh akun resmi Gedung Putih di platform X, memicu kemarahan di media sosial dan kecaman dari tokoh agama.

Unggahan ini muncul beberapa hari setelah Trump berkelakar menyatakan dirinya sebagai calon Paus pilihan, menyusul wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April lalu.

Ket. Foto: Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah mengunggah gambar dirinya mengenakan jubah Paus yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). — Sumber: Koleksi AI/yds

Banyak pengguna media sosial menganggap tindakan Trump sebagai penghinaan terhadap Gereja Katolik dan masa berkabung. Konferensi Katolik Negara Bagian New York bahkan mengeluarkan pernyataan keras melalui X, mengecam unggahan tersebut.

Senator J.D. Vance, Wakil Presiden AS yang juga seorang Katolik, membela Trump, sementara Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Ted Lieu, yang juga seorang Katolik, mengecam tindakan Trump sebagai penghinaan.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait unggahan kontroversial tersebut. Dr. Susan Collins, seorang ahli komunikasi politik dari Universitas Georgetown, menilai kebungkaman Gedung Putih sebagai strategi untuk meredam kontroversi.

"Dalam situasi seperti ini, tidak memberikan komentar seringkali dianggap sebagai pilihan yang lebih aman. Gedung Putih mungkin berharap kontroversi ini akan mereda dengan sendirinya tanpa perlu memberikan tanggapan yang bisa memperburuk situasi," ujarnya.

Pastor Robert Jenkins, seorang teolog dari Universitas Katolik Amerika, berpendapat bahwa kebungkaman Gedung Putih mengindikasikan ketidaknyamanan.

"Unggahan tersebut jelas menyinggung banyak umat Katolik, dan Gedung Putih mungkin menyadari bahwa membela tindakan Trump akan merusak hubungan dengan komunitas agama yang signifikan. Tidak memberikan komentar mungkin dianggap sebagai cara untuk menghindari konfrontasi langsung," jelasnya.

Kontroversi ini menambah daftar panjang tindakan Trump yang memicu perdebatan publik. Hubungan antara pemerintahan Trump dan Vatikan memang dikenal tegang, terutama terkait kebijakan imigrasi. Unggahan AI ini semakin memperkeruh suasana, dan publik menantikan tanggapan resmi dari Gedung Putih.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.