Car Free Night Lombok Barat Jadi Contoh, Adakah Peluang Hadir di Kota Lainnya?

Senin, 05 Mei 2025, 10:47 WIB

LOMBOK BARAT - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sukses menggelar perayaan malam bebas kendaraan bermotor atau car free night di sekitar Taman Giri Menang, Gerung, setiap Sabtu malam.

Kegiatan ini menarik ribuan pengunjung dan menghidupkan ibu kota kabupaten yang sebelumnya cenderung sepi di malam hari. Keberhasilan ini memunculkan pertanyaan, adakah kota lain yang juga menerapkan konsep serupa?

Ket. Foto: Keberhasilan Car Free Night memunculkan pertanyaan, adakah kota lain yang juga menerapkan konsep serupa? — Sumber: ANTARA/yds

Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, menjelaskan bahwa car free night menjadi wadah interaksi sosial yang penting bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memberdayakan UMKM lokal dan menjadi panggung bagi beragam atraksi seni budaya.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Agus Gunawan, bahkan menyebut kegiatan ini sebagai proyek percontohan yang berpotensi direplikasi di wilayah lain Lombok Barat seperti Sekotong, Narmada, Lembar, dan Senggigi.

Namun, kesuksesan car free night di Lombok Barat juga diiringi catatan penting, terutama terkait kebersihan dan pencahayaan. Keterbatasan fasilitas tong sampah dan penerangan yang kurang memadai menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat.

Menanggapi fenomena car free night di Lombok Barat, Dr. Budi Santoso, seorang sosiolog perkotaan dari Universitas Mataram, melihat potensi replikasi di kota lain dengan beberapa pertimbangan.

"Konsep car free night sebagai ruang publik alternatif dan pendorong ekonomi lokal sangat menarik. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada karakteristik sosial budaya masyarakat setempat, dukungan infrastruktur yang memadai, serta perencanaan yang matang terkait kebersihan, keamanan, dan aksesibilitas," ujarnya.

Ibu Kartika Dewi, seorang penggiat komunitas perkotaan di Yogyakarta, pun berbagi pengalamannya.

"Yogyakarta memiliki beberapa inisiatif ruang publik malam hari, namun belum dalam skala car free night rutin seperti di Lombok Barat. Tantangannya biasanya adalah koordinasi antar berbagai pihak, penataan pedagang kaki lima, serta pengelolaan lalu lintas di area sekitar. Belajar dari Lombok Barat, kota lain bisa memulai dengan skala kecil dan fokus pada satu atau dua lokasi strategis," katanya.

Keberhasilan Lombok Barat menghidupkan malam dengan car free night bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Namun, adaptasi konsep ini memerlukan perencanaan yang cermat dan perhatian terhadap detail agar tercipta ruang publik malam yang nyaman, aman, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.