Tak Mau Pemadaman Listrik Terulang, PHRI Minta Bali Berdikari Energi: “Cukup Sudah!”
Minggu, 04 Mei 2025, 17:45 WIBDENPASAR - Kemandirian energi sangat penting untuk mencapai keamanan, ketahanan, dan kedaulatan energi suatu negara atau wilayah.Â
Dengan memanfaatkan sumber energi lokal dan mengelola energi secara efisien, kita dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi dan menciptakan masa depan energi yang lebih berkelanjutan.Â
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mendorong agar ide Bali mandiri energi segera terealisasi.
Wakil Ketua PHRI Bali I Gusti Agung Rai Suryawijaya di Denpasar, Minggu (4/5) menyatakan hal itu buntut terjadinya pemadaman listrik di hampir seluruh Bali pada Jumat (2/1).
âHarapan kami Pemprov Bali, Bali mandiri energi harus terjadi, karena riskan sekali kalau terjadi apa-apa, jadi harus punya energi mandiri,â kata dia.
PHRI Bali menilai sebagai daerah pariwisata Bali tidak dapat selalu mengandalkan distribusi listrik dari Pulau Jawa.
Industri akomodasi dan restoran ini takut pemadaman listrik memberi hiburan tidak baik bagi pariwisata, apalagi saat ini okupansi hotel sedang berada di angka 60-70 persen dari sekitar 160 ribu kamar yang tersedia.
Selain mendorong mandiri energi, PHRI Bali meminta atas kejadian ini PLN sebagai penyedia listrik juga rutin merawat teknologi mereka, mengingat setidaknya lima tahun terakhir hal seperti ini tidak pernah terjadi.
âJuga kepada PLN harusnya melakukan pemeliharaan harian, tiap hari harus ada, mingguan dan bulanan sehingga tidak tiba-tiba terjadi seperti ini,â ujar Agung Rai.
Kejadian pemadaman listrik sendiri melanda lebih dari 5 jam Bali sejak pukul 16.00 Wita.
Beruntung, hotel-hotel di Bali menyediakan genset sebagai suplai listrik cadangan yang dioptimalkan untuk melayani wisatawan.
âKalau di di hotel-hotel memang kan sudah punya genset sendiri, ketika ada pemadaman dari PLN otomatis dalam hitungan detik genset akan bisa hidup, tapi tamu-tamu akan berpikir apakah Bali ini kurang energinya atau kurang persiapan atau apa hingga tiba-tiba bisa blackout,â kata dia.
PHRI Bali melihat meski penerangan di area hotel masih bisa mereka jaga, namun tanggapan wisatawan dengan gelapnya area publik dan jalan raya merupakan hal buruk.
âJadi persoalannya yang paling utama ini kan di area publik yang menjadi gelap sekali, baik di jalan, pantai, destinasi, dan segala macam itu yang terjadi,â ujar Agung Rai.
Pihak akomodasi hanya dapat menjelaskan kondisi pemadaman listrik tiba-tiba, namun tidak dapat memastikan kondisi selanjutnya kepada wisatawan.
Yang menjadi kekhawatiran pula, kondisi di jalan yang gelap dan berbahaya bagi wisatawan, sehingga jajaran PHRI Bali hanya dapat meminta wisatawan berhati-hati dalam kondisi tersebut.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur DKI Ajak Masyarakat Manfaatkan Rp1 Naik Transportasi Umum
-
Hasil Liga Inggris: Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen, MU Nyaman di Posisi Empat Besar
-
Pelabuhan SBP Tanjungpinang Bersiap Sambut Mudik 2026, Keamanan Jadi Prioritas
-
Menteri KKP Trenggono Pingsan, Pastikan Kondisi Baik dan Hanya Alami Kelelahan
-
Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Deep Learning untuk Tingkatkan Kemampuan Anak Bangsa Hadapi Tantangan Zaman
-
Transvision Hadirkan Frekuensi C Band, Solusi TV Satelit Tahan Cuaca untuk Seluruh Indonesia
-
Jakarta Kota Terpanas di Indonesia Menurut Rilis BMKG, Ini Tanggapan Gubernur Pramono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.