Samsung Bawa Inovasi AI Lebih Dekat ke Semua Orang
Minggu, 04 Mei 2025, 19:25 WIBJAKARTA â Bayangkan pengguna ponsel bisa menemukan informasi hanya dengan melingkari gambar di layar ponsel. Atau menghapus objek yang mengganggu dari foto liburan hanya dengan satu sentuhan. Dunia itu bukan masa depan jauh melainkan kenyataan hari ini, berkat kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang ada di genggaman.
âBeberapa tahun terakhir, kita menyaksikan AI berkembang begitu cepat di industri smartphone. Teknologi ini bukan lagi hanya milik ilmuwan atau perusahaan besar. AI kini hadir di tangan jutaan orang, membantu mereka bekerja lebih efisien, berkreasi lebih bebas, dan berinteraksi lebih mudah,â President Samsung Electronics Indonesia Harry Lee, melalui keterangan tertulis pada hari Minggu (4/5).
Samsung menyaksikan langsung transformasi ini. Saat meluncurkan fitur Circle to Search with Google di Galaxy S24 Series, merek ini melihat antusiasme luar biasa. Bayangkan, cukup dengan melingkari objek di layar, pengguna bisa langsung mendapatkan informasi.
âDalam beberapa bulan pertama saja, fitur ini digunakan oleh 92 persen pengguna. Bukan sekadar angka ini adalah bukti bahwa masyarakat menginginkan teknologi yang praktis, cepat, dan relevan,â ujar dia.
Namun, tak semua orang punya akses ke teknologi seperti itu. Di masa lalu, fitur AI hanya ada di perangkat premium yang tak semua orang mampu miliki. Inilah paradigma yang Samsung ingin mengubah.
Melalui Galaxy A56 5G, Galaxy A36 5G, dan Galaxy A26 5G Samsung membawa teknologi AI ke lebih banyak kalangan. Ini bukan hanya soal penjualan, tapi komitmen untuk mengurangi kesenjangan digital dan membuka peluang lebih luas.
Lee mengatakan, generasi muda, terutama Gen Z, jadi aktor utama dalam gelombang adopsi AI. Teknologi AI di smartphone tidak lagi sebatas produktivitas, kini menjadi pendorong kreativitas, khususnya bagi generasi muda yang sangat aktif di media sosial.
âMelalui fitur seperti Best Face dan Auto Trim yang kini hadir di Galaxy A56 5G, serta fitur Object Eraser yang sudah tersedia di Galaxy A56 5G, Galaxy A36 5G, dan Galaxy A26 5G, kami memberikan solusi cerdas yang memungkinkan pengguna mengekspresikan diri dengan lebih praktis dan cepat, tanpa memerlukan perangkat lunak tambahan. Ini adalah bentuk nyata bagaimana teknologi kami mendukung gaya hidup digital yang serba dinamis dan ekspresif,â ungkapnya.
Tapi inovasi tidak hanya soal fitur. Bagi Samsung, inovasi sejati adalah memahami apa yang benar-benar dibutuhkan pengguna. Riset dan pengembangan AI dilakukan berfokus pada kehidupan sehari-hari seperti bagaimana teknologi bisa memperlancar multitasking, menghemat daya baterai, hingga bermain game dan produktivitas jadi lebih nyaman.
âDan kami sadar, pendekatan lokal itu penting. Di Indonesia, kami terus meningkatkan kandungan lokal dalam produk kami. Tak hanya karena regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mensyaratkan minimal 35 persen untuk perangkat 4G dan 5G tapi karena kami percaya bahwa teknologi harus menjadi motor penggerak kemandirian industri nasional,â ucapnya.
Lee menambahkan, Galaxy A26 5G mencapai TKDN 40,3 persen. Galaxy A56 5G dan Galaxy A36 5G masing- masing 39,6 persen. Ini bukan sekadar memenuhi aturan, tapi upaya konkret untuk memperkuat ekosistem teknologi Indonesia.
Sejak 2015, pabrik Samsung di Cikarang berdiri menjadi bukti nyata komitmen perusahaan. Selain menciptakan lapangan kerja, pabrik ini mempercepat distribusi produk ke seluruh Indonesia tanpa bergantung pada pasokan luar negeri.
âKeberadaan Samsung Research Institute Indonesia (SRIN) juga menjadi rumah bagi para talenta muda yang mengembangkan aplikasi lokal seperti Samsung Gift Indonesia (SGI), sebagai aplikasi penyedia berbagai free-gift bagi pengguna Samsung telah diunduh lebih dari 100 juta kali,â paparnya.
Menurut Lee, AI bukan lagi teknologi eksklusif. AI adalah alat untuk membuat hidup lebih mudah, menyenangkan, dan produktif. Pihaknya yakin, ketika teknologi dikembangkan dengan pemahaman mendalam terhadap pengguna, ia bisa menjadi kekuatan transformatif yang merata bukan hanya untuk sebagian orang, tapi untuk semua.
- samsung
- kecerdasan artifisial (AI)
- President Samsung Electronics Indonesia Harry Lee
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Ilmuwan Harvard Yakini 3I-ATLAS Bisa Jadi Teknologi Alien, Ini 7 Alasannya
-
PGE Perkuat Fondasi Kedaulatan Energi Lewat Pengelolaan Panas Bumi Berkelanjutan
-
CBC 2025 Didukung Kemenekraf Agar Lahirkan Talenta Muda di Ekosistem Siber
-
Menjelang Pertemuan AS-Ukraina-Russia: Moskow Berserikeras Penyerahan Wilayah Donbas untuk Akhiri Perang
-
Penangkapan Presiden Venezuela, Anugerah bagi Delcy Rodriguez?
-
TMMD Wujud Sinergi TNI, Pemkab, dan Warga untuk Majukan Desa Bantul
-
Darurat Sampah! Pemkot Banjarmasin Gerakkan 435 Bank Sampah untuk Selamatkan Kota
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.