Wow! Bertepatan dengan HUT Trump, Gedung Putih Ungkap bahwa AS akan Kembali Gelar Parade Militer

Sabtu, 03 Mei 2025, 13:18 WIB

WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) akan mengadakan parade militer pada 14 Juni untuk menandai peringatan 250 tahun berdirinya Angkatan Darat AS, Gedung Putih mengatakan Jumat (2/5). Acara unjuk kekuatan tersebut bertepatan dengan jatuh hari  ulang tahun ke-79 Presiden Donald Trump.

“Trump akan menghormati Veteran Amerika, prajurit aktif, dan sejarah militer dengan parade militer!" tulis juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, di platform X.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Selain parade, perayaan ulang tahun Angkatan Darat tersebut juga akan menampilkan kembang api dan festival di National Mall,” kata juru bicara Angkatan Darat AS, Heather Hagan.

"Mengingat tonggak penting 250 tahun, Angkatan Darat sedang menjajaki opsi untuk membuat perayaan lebih besar, dengan lebih banyak demonstrasi kemampuan, tampilan alutsistan tambahan, dan lebih banyak keterlibatan dengan masyarakat," imbuh Hagan.

"Perencanaan parade sedang berlangsung secara aktif, dan kami mengantisipasi sekitar 150 kendaraan militer, 50 pesawat militer, dan 6.600 tentara," tambah dia.

Trump telah melayangkan gagasan mengadakan parade militer di Washington DC selama masa jabatan pertamanya setelah ia menghadiri parade Hari Bastille di Prancis. Namun, gagasan itu tidak pernah terwujud setelah Pentagon mengatakan parade itu bisa menelan biaya 92 juta dollar AS dan kekhawatiran muncul bahwa tank dan kendaraan militer berat lainnya akan merusak jalan-jalan kota.

AS terakhir kali menggelar parade militer di Washington DC  pada tahun 1991 untuk merayakan berakhirnya Perang Teluk.

Pengumuman parade baru ini muncul sehari setelah Trump mengatakan bahwa dia menyatakan 8 Mei sebagai Hari Kemenangan untuk Perang Dunia II dan mengubah Hari Veteran - yang diperingati pada 11 November - menjadi Hari Kemenangan untuk Perang Dunia I.

Dalam sebuah postingan di platform Social Truth, presiden AS meremehkan peran negara-negara Eropa - banyak di antaranya menderita lebih banyak korban dan kehancuran daripada Amerika Serikat - dalam dua konflik global.

"Kami memenangkan kedua perang, tidak ada yang dekat dengan kami dalam hal kekuatan, keberanian, atau kecemerlangan militer, tetapi kami tidak pernah merayakan apa pun. Itu karena kami tidak memiliki pemimpin lagi, yang tahu bagaimana melakukannya! Kami akan mulai merayakan kemenangan kami lagi! " tulis Trump.

Selama ini  Trump memiliki hubungan yang kontradiktif dengan pasukan militer AS. Walau kerap memuji kekuatan mereka, tetapi juga mengklaim bahwa militer AS sudah habis masa kejayaannya dan membutuhkan pembangunan kembali.

Trump juga kadang-kadang bentrok dengan petinggi militer selama masa jabatannya 2016-2020. Selama masa jabatan keduanya, Trump telah melakukan “pembersihan” perwira tinggi, termasuk ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Charles "CQ" Brown, yang ia pecat tanpa penjelasan pada bulan Februari.

Perwira senior lainnya yang diberhentikan tahun ini termasuk kepala Angkatan Laut dan Penjaga Pantai, jenderal yang mengepalai Badan Keamanan Nasional, wakil kepala staf Angkatan Udara, seorang laksamana Angkatan Laut yang ditugaskan di NATO, dan tiga pengacara militer terkemuka.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bersikeras bahwa presiden hanya memilih para pemimpin yang dia inginkan, tetapi anggota parlemen Demokrat telah mengangkat kekhawatiran tentang potensi politisasi militer AS yang secara tradisional netral. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.