Mengenal Lebih Dekat Taman Lalu Lintas Giwangan, Destinasi Edukasi Anak di Kota Yogya

Sabtu, 03 Mei 2025, 16:30 WIB

YOGYAKARTA - Di tengah hiruk pikuk Kota Yogyakarta yang terkenal dengan wisata belanja dan kulinernya, terselip sebuah oase edukasi yang tak kalah menarik: Taman Edukasi Lalu Lintas Giwangan.

Berlokasi strategis di Kemantren Umbulharjo, tak jauh dari Terminal Giwangan, taman kota yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta ini menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Ket. Foto: Taman Lalu Lintas Giwangan, Yogya sangat edukatif dan ramah bagi anak penyandang disabilitas. — Sumber: ANTARA

Didirikan pada tahun 2013, Taman Edukasi Lalu Lintas Giwangan dilengkapi dengan berbagai wahana bermain yang dirancang khusus untuk mengenalkan rambu lalu lintas, marka jalan, dan Alat Pemberi Isyarat Lampu Lalu Lintas (APILL) secara interaktif. Anak-anak dapat belajar sambil bermain dengan mobil-mobilan dan sepeda mini yang disediakan pengelola sebagai media pembelajaran.

Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta, Harry Purwanto, menerangkan bahwa taman ini memiliki peran krusial dalam menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

"Kami ingin anak-anak memahami aturan lalu lintas bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai bagian penting dari keselamatan diri dan orang lain," ujarnya saat ditemui pada Jumat (2/5). Taman ini terbuka setiap hari dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat.

Harry juga menjelaskan bahwa Dishub Kota Yogyakarta terus berupaya mengembangkan fasilitas taman agar semakin inklusif, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas.

"Kami menyadari bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan edukasi tentang tertib lalu lintas. Kami berharap mereka juga bisa menjadi pelopor keselamatan di lingkungan mereka," tambahnya.

Dalam proses pembelajarannya, anak-anak dengan tuna grahita dan tuli mendapatkan materi teori dan praktik yang serupa dengan anak-anak lainnya, namun didampingi oleh guru dari Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk membantu komunikasi melalui bahasa isyarat.

Dr. Rini Handayani, seorang psikolog anak, mengapresiasi inisiatif Pemkot Yogyakarta dalam menyediakan ruang edukasi yang interaktif seperti Taman Edukasi Lalu Lintas Giwangan.

"Belajar sambil bermain adalah metode yang sangat efektif untuk anak-anak usia dini. Mereka akan lebih mudah memahami dan mengingat informasi yang disampaikan melalui pengalaman langsung. Pengenalan aturan lalu lintas sejak dini akan membentuk perilaku yang lebih bertanggung jawab di kemudian hari," katanya.

Agus Setiawan, seorang pegiat komunitas anak, juga menyambut baik upaya inklusif yang dilakukan pengelola taman. "Penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas menunjukkan komitmen yang kuat untuk memberikan kesempatan belajar yang sama bagi semua anak. Ini adalah langkah positif dalam membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas secara menyeluruh," ujarnya.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk memanfaatkan fasilitas di Taman Edukasi Lalu Lintas Giwangan, dapat menghubungi nomor telepon 0274-410002 atau melalui pesan singkat WhatsApp ke nomor 0895-2515-8077.

Taman ini buka setiap hari dengan jam operasional yang berbeda untuk hari kerja dan akhir pekan. Kunjungan kelompok dapat dilakukan dengan mengirimkan surat permohonan kepada Kepala Dishub Kota Yogyakarta.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.