Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Banten Meminta Antibisa Ular Disediakan Dekat Permukiman Warga Badui

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Banten Meminta Antibisa Ular Disediakan Dekat Permukiman Warga Badui Doc: ANTARA
Ket. Jaro Pamarentah Desa Kanekes Oom menerima kadeudeuh dari Gubernur Banten Andra Soni dalam acara Seba Badui di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (3/5/2025).  

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, meminta penyediaan stok serum antibisa ular di wilayah sekitar permukiman warga Suku Badui, sebagai upaya perlindungan dasar bagi masyarakat adat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Hal tersebut disampaikan usai menerima laporan langsung dari Jaro Pamarentahan Desa Kanekes, Jaro Oom, dalam rangkaian kegiatan Seba Badui 2025.

"Mohon anti-bisa ular tersebut segera disiapkan dan selalu tersedia di sekitaran warga Badui," ujar Andra di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu(03/5).

Andra menyebutkan, saat ini pelayanan kesehatan untuk masyarakat Badui umumnya dilakukan di Puskesmas Ciboleger, milik Pemerintah Kabupaten Lebak.

Oleh karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten agar pasokan serum antibisa dapat disalurkan secara rutin.

"Hari ini tadi saya juga mendapatkan pengaduan dari masyarakat, ada yang terpatuk ular di RSUD Banten. Tapi tidak tersedia obat bisa ular di RSUD Banten," ujar dia.

Sebagai rumah sakit utama dan terbesar di Provinsi Banten, Andra meminta agar ketersediaan obat, khususnya yang dibutuhkan masyarakat Banten bisa dipenuhi ke depannya.

Sementara itu, Jaro Pamarentahan Desa Kanekes Oom mengungkapkan bahwa masyarakat Badui menghadapi kesulitan besar ketika harus merujuk korban gigitan ular ke fasilitas medis.

Lokasi desa yang terpencil membuat pasien harus ditandu sejauh belasan hingga puluhan kilometer sebelum mendapatkan pertolongan.

"Makanya itu kami itu pengennya ditetapkan yang dekat wilayah Badui. Kalau ada terpatuk ular, kita bawa ke terdekat biar nyaman, biar gampang," kata Jaro Oom.

Ia menambahkan, meski tidak memiliki data pasti, kasus gigitan ular tergolong sering menimpa warga Badui. Beberapa korban berhasil diselamatkan, namun ada pula yang tidak tertolong. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Separuh Anak Dunia Terpapar...
Luar Negeri
Xi: Tiongkok Dukung Myanmar...
Luar Negeri
Negara G7 Desak Russia Akhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.