- Home
-
- Luar Negeri
-
- Australia Gelar Pemilu, Kr...
Australia Gelar Pemilu, Krisis Biaya Hidup dan Daya Beli Rumah Jadi Perhatian Pemilih
Sabtu, 03 Mei 2025, 13:15 WIBMELBOURNE - Australia menggelar pemilihan umum pada Sabtu (3/5). Isu utama biaya hidup yang tinggi dan kekurangan perumahan menjadi topik kampanye dan perhatian para pemilih.
Pemungutan suara di seluruh negeri dengan tiga zona waktu itu akan berlangsung selama dua jam dan berlanjut dari pukul 8 pagi hingga 6 sore di Australia timur. Tempat pemungutan suara dibuka dan ditutup dua jam kemudian di Pantai Barat.
Pihak berwenang mengatakan 8,6 juta surat suara dari 18,1 juta pemilih terdaftar di Australia telah diberikan, tetapi belum dihitung, sebelum Sabtu sejak pemungutan suara awal dan melalui pos dimulai pada 22 April.
Australia adalah salah satu dari sedikit negara yang mewajibkan warganya memberikan suara dalam pemilu, sebuah sistem yang cenderung menciptakan pemerintahan yang berhaluan tengah. Pada pemilihan terakhir tahun 2022, 90% pemilih yang memenuhi syarat memberikan suaranya.
Dua orang yang bersaing untuk memimpin Australia saat ini â Perdana Menteri Anthony Albanese, dari Partai Buruh kiri-tengah, dan pemimpin oposisi Peter Dutton, dari koalisi konservatif â sepakat bahwa negara itu berada dalam lingkungan yang paling menantang dalam satu generasi.
Negara itu sangat bergantung pada Amerika Serikat untuk keamanannya, tetapi memperoleh banyak kemakmurannya dari perdagangan dengan Tiongkok, yang mengerahkan ambisi militernya semakin dekat ke pantai Australia.
Namun, yang paling mendesak bagi para pemilih adalah krisis biaya hidup yang terus-menerus dan keterjangkauan akan perumahan yang memburuk yang semakin meredam optimisme lama bahwa Australia adalah negara anti-resesi yang diberkati dengan sumber daya yang kaya, upah tinggi, dan pemerintahan yang stabil dan berfungsi.
Pemerintahan Minoritas
Menjelang pemilu, Partai Buruh memperoleh mayoritas tipis, yakni 78 kursi dari 151 kursi DPR, majelis rendah tempat partai-partai membentuk pemerintahan. Akan ada 150 kursi di parlemen berikutnya karena pembagian ulang.
Aliansi partai konservatif Dutton yang dikenal sebagai Koalisi Liberal-Nasional memegang 53 kursi di parlemen terakhir, dan 19 anggota parlemen tidak berpihak pada pemerintah maupun oposisi.
Ilmuwan politik Universitas Monash Zareh Ghazarian kepada NPR mengatakan, partai-partai besar memperoleh proporsi suara yang lebih kecil di setiap pemilihan dalam beberapa dekade terakhir, yang menguntungkan kandidat independen dan mereka yang mewakili partai-partai kecil.
Jika tren peralihan suara dari partai-partai besar yang terlihat jelas pada pemilu 2022 berlanjut pada pemilu Sabtu, hasilnya bisa jadi adalah pemerintahan minoritas yang langka.
Ada pemerintahan minoritas selama Perang Dunia II dan pemerintahan berikutnya berlangsung selama masa jabatan tiga tahun setelah pemilihan umum 2010.
"Pemilu ini akan menjadi ujian sesungguhnya untuk mengetahui apakah apa yang kita lihat pada tahun 2022 merupakan pertanda akan datangnya sesuatu, atau apakah pemilu tahun 2022 hanya sekadar peristiwa sesaat," kata Ghazarian.
Pemimpin partai biasanya mengakui kekalahan dan mengklaim kemenangan pada hari pemilihan. Namun, dalam pemerintahan minoritas terakhir, anggota parlemen independen utama mengumumkan bahwa mereka akan mendukung pemerintahan Buruh 17 hari setelah pemungutan suara ditutup.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Kapal Perang Australia Terobos Selat Taiwan, Militer Tiongkok Pasang Status Siaga
-
BGN: Kasus Keracunan di Program MBG Terjadi karena SPPG Abaikan SOP
-
Jatuh dan Terbakar di Georgia, Pesawat Kargo Militer Turki Tewaskan Puluhan Orang
-
Aksi Penyelamatan Satwa: 458 Burung Kembali ke Alam Liar di Lampung
-
Isi Agenda Presiden Prabowo di Australia: Bahas Strategi Global, Tutup dengan Jamuan Kenegaraan
-
Pastikan Situasi Kondusif, Pemkot Depok Bentuk Satgas Pemberantasan Premanisme
-
Janice Tjen Targetkan Peringkat 20 Besar Dunia Musim Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.