Otorita IKN Bentuk Kampung Inggris Agar Biasakan Warga Kaltim untuk Sambut Wisatawan Mancanegara
Jumat, 02 Mei 2025, 03:09 WIBSAMARINDA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan Kampung Inggris sebagai upaya membiasakan warga bertutur bahasa Inggris untuk menyambut tamu maupun wisatawan mancanegara (wisman) melalui pembinaan intensif dengan menggandeng pihak yang memiliki kompetensi.
âUntuk persiapan pusat Kampung Inggris sudah ada lahan seluas 2 hektare di Desa Semoi Dua, Kecamatan Sepaku, kawasan IKN, namun untuk kawasan Kampung Inggris kami ingin bukan hanya di lahan 2 hektare itu saja, tetapi di seluruh desa,â ujar Direktur Pelayanan Dasar OIKN Suwito di Samarinda, Kalimantan Timur, kemarin.
Menurut dia, Kampung Inggris yang segera dibentuk ini untuk memudahkan pihaknya dalam melakukan pembinaan terhadap warga setempat dengan mengutamakan percakapan (conversation), sehingga penduduk setempat menjadi lancar ketika bertutur dalam bahasa Inggris.
âKami juga akan mengajak tamu asing yang datang ke IKN untuk mengunjungi Kampung Inggris dan mengupayakan tamu tersebut bisa berinteraksi dengan penduduk setempat, sehingga warga lokal akan semakin lancar dalam bertutur bahasa Inggris,â katanya.
Sebelumnya, saat menjadi narasumber dalam pelatihan âPeningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Profesi Jurnalistik di Provinsi Kalimantan Timurâ di Samarinda, Senin (28/4), ia juga mengatakan bahwa pemanfaatan lahan seluas 2 hektare itu sudah mendapat persetujuan dari Kepala Desa Semoi Dua.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, pembentukan Kampung Inggris ini merupakan bagian dari komitmen OIKN dalam menerapkan Trigatra Bangun Bahasa, yakni utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.
âIKN mengusung visi kota dunia untuk semua, sehingga dalam proses pembangunannya menerapkan tiga konsep pendekatan, yakni kota hutan (forest city), kota spons (sponge city), dan kota cerdas (smart city),â tuturnya.
Terkait kota cerdas yang diimplementasikan penggunaan bahasa, lanjut Suwito, pihaknya tetap mengutamakan bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari, termasuk dalam penamaan tempat maupun petunjuk.
Sedangkan dalam upaya melestarikan bahasa daerah, salah satu hal yang dilakukan adalah kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dengan menggelar berbagai kegiatan maupun lomba pidato dengan bahasa daerah, terutama bahasa Suku Balik yang sejak lama tinggal di Sepaku.
âSedangkan sebagai langkah menguasai bahasa asing, maka salah satu cara yang kami tempuh adalah membentuk Kampung Inggris, karena bagaimanapun IKN merupakan kota internasional yang akan banyak dikunjungi orang asing, termasuk wisman,â ucap Suwito. Â Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tim DVI Ungkap Cara Identifikasi Korban Kapal Virgo yang Sulit Dikenali
-
Pakistan Penjarakan Saudara-saudara Perempuan Mantan Perdana Menteri Imran Khan
-
BMKG: Hari Ini Berpotensi Terjadi Gelombang Laut Empat Meter
-
Presiden Trump Klaim Aliran Minyak Selat Hormuz Pulih
-
Pascagempa, 70 Siswa SD Negeri Kaburea Gunakan Tenda Terpal sebagai Ruang Belajar Sementara
-
BGN akan Buat Sistem Rating untuk Dapur MBG yang Mirip Aplikasi Ojol
-
Lippo Diperiksa KPK Terkait Pengadaan Pemkab Bekasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.