Data Center yang Kuat Kunci Kedaulatan Data

Jumat, 02 Mei 2025, 19:20 WIB

JAKARTA – Dalam rangkaian acara Industry Gathering Digital Transformation Indonesia (DTI-CX) yang digelar pada hari Rabu 30 April 2025 di Senayan Jakarta, Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Hendra Suryakusuma, menegaskan pentingnya pusat data (data center) sebagai infrastruktur utama dalam mendukung transformasi digital Indonesia.

“Data center merupakan bagian dari hulu ekosistem digital yang menjadi fondasi bagi infrastruktur TI, cloud, hingga aplikasi. “Ketika kita bicara soal kedaulatan digital, maka peran data center menjadi sangat krusial. Di sinilah titik awal keamanan dan kemandirian pengelolaan data nasional harus dijaga,” ujar Hendra pada kesempatan tersebut.

Ket. Foto: Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Hendra Suryakusuma, dalam acara DCTI-CX 2025, digelar di Jakarta pada hari Rabu (30/40). Pada kesempatan ini menegaskan pentingnya data center sebagai infrastruktur utama dalam mendukung tran — Sumber: Istimewa

“Data center bukan lagi sekedar fasilitas penyimpanan data, melainkan infrastruktur strategis yang menopang seluruh layanan digital, mulai dari e-commerce hingga pelayanan publik. Keberadaan data center yang kuat dan andal menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan infrastruktur digital Indonesia, IDPRO akan terlibat aktif dalam perhelatan Data Center Tech Indonesia (DCTI-CX 2025), yang akan diselenggarakan bersamaan dengan Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX 2025) pada 6–7 Agustus 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Hendra mengatakan, DCTI-CX 2025 akan menjadi wadah strategis bagi para pelaku industri data center untuk berkumpul, berdiskusi, dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi terbaru guna menjawab tantangan nyata yang dihadapi sektor ini.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pemain industri, penyedia energi, penyedia teknologi, hingga para tenaga ahliuntuk hadir dan terlibat aktif dalam forum ini,” lanjutnya.

Menurut Hendra, kehadiran pemerintah juga menjadi sangat penting. Hal ini  khususnya untuk memastikan bahwa data masyarakat Indonesia dikelola dan diamankan dengan tepat dalam sistem yang berdaulat.

“Kita perlu menciptakan ruang diskusi yang solutif untuk menjamin bahwa transformasi digital nasional berjalan secara berkelanjutan dan beretika, serta berakar pada infrastruktur yang kuat dan aman,” jelasnya.

Menanggapi pentingnya forum kolaboratif seperti DTI-CX, pada kesempatan yang sama Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno menambahkan, pihaknya melihat rangkaian acara tersebut sebagai wadah yang relevan untuk menyusun kebijakan berdasarkan realitas yang terjadi pada industri.

“Kami melihat rangkaian acara ini sebagai tempat yang sangat relevan untuk menyusun kebijakan berbasis realita industri. Kolaborasi antara pelaku industri, asosiasi, akademisi, dan regulator harus menjadi budaya dalam membentuk masa depan digital Indonesia,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam acara DTI-CX and DCTI menjadi kunci untuk menciptakan harmoni dalam inovasi. Rangkaian acaranya sendiri akan menampilkan lebih dari 350 solusi transformasi digital terkini, menghadirkan lebih dari 150 perusahaan teknologi nasional dan global, 300+ pembicara utama, serta 60+ sesi konferensi.

“Acara ini menjadi bukti nyata sinergi antara sektor publik dan swasta dalam memperkuat ekosistem digital nasional dimulai dari fondasi paling krusial: data center,” lanjut Sarwoto.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.