Investor Menanti Data Ekonomi AS dan Tiongkok, Simak Proyeksi Rupiah Tengah Pekan Ini

Rabu, 30 Apr 2025, 08:50 WIB

JAKARTA - Nilai tukar ru­piah terhadap dollar AS berpo­tensi berbalik melemah tengah pekan ini. Fokus investor bakal tertuju pada rilis data penting ekonomi Tiongkok dan Ame­rika Serikat (AS). 

Kepala Ekonom Bank Per­mata, Josua Pardede melihat investor menantikan rilis data PMI Manufaktur Tiongkok yang berpotensi terkontraksi dan data harga rumah AS yang diprediksi meningkat.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Josua mempro­yeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (30/4), bergerak di kisaran 16.750 - 16.875 rupiah per dollar AS de­ngan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar ru­piah terhadap dollar AS dalam penutupan perdagangan, Se­lasa (30/4), di Jakarta menguat sebesar 95 poin atau 0,56 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.761 rupiah per dollar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Ber­jangka Ibrahim Assuabi me­ngatakan penguatan nilai tu­kar (kurs) rupiah dipengaruhi sikap Presiden AS, Donald Trump yang akan meringan­kan dampak tarif otomotif.

“Washington akan melu­nakkan dampak tarif otomotif­nya dengan mengurangi bebe­rapa bea yang dikenakan pada suku cadang asing di mobil yang diproduksi di dalam ne­geri,” ujarnya dalam keterang­an tertulis di Jakarta.

The Wall Street Journal me­laporkan langkah AS itu akan membebaskan produsen mobil — yang saat ini sudah dikena­kan tarif atas kendaraan — dari beban tarif tambahan lainnya, khususnya atas baja dan alumi­nium.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.