- Home
-
- Luar Negeri
-
- Konflik Picu Peningkatan A...
Konflik Picu Peningkatan Anggaran Militer Global
Selasa, 29 Apr 2025, 02:30 WIBSTOCKHOLM - Pengeluaran militer di seluruh dunia mengalami kenaikan paling tajam pada tahun 2024 sejak berakhirnya Perang Dingin, mencapai 2,7 triliun dollar AS karena perang dan meningkatnya ketegangan mendorong peningkatan pengeluaran, kata para peneliti pada Senin (28/4).
Pengeluaran militer meningkat di seluruh dunia dengan peningkatan yang sangat besar di Eropa dan Timur Tengah, menurut laporan baru oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).
Beberapa negara Eropa telah mengalami peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pengeluaran militer mereka, demikian yang dicatat dalam laporan tersebut. Secara riil, pengeluaran meningkat sebesar 9,4 persen secara global dibandingkan dengan tahun 2023, dengan tahun 2024 menandai tahun ke-10 peningkatan pengeluaran berturut-turut.
âIni benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya,â kata Xiao Liang, seorang peneliti di Program Pengeluaran Militer dan Produksi Senjata SIPRI kepada AFP. âIni adalah peningkatan tahun-ke-tahun tertinggi sejak berakhirnya Perang Dingin,â imbuh dia.
Berdasarkan laporan SIPRI itu ada lebih dari 100 negara, termasuk 15 negara dengan pengeluaran terbesar, meningkatkan anggaran militer mereka tahun lalu.
âHal ini benar-benar menunjukkan meningkatnya ketegangan geopolitik,â kata Liang seraya menyatakan bahwa peningkatan pengeluaran tersebut kemungkinan akan memiliki dampak sosial-ekonomi dan politik yang sangat mendalam.
Kontributor utama kenaikan pengeluaran adalah kawasan Eropa termasuk Russia, yang pengeluarannya naik sebesar 17 persen menjadi 693 miliar dollar AS. Semua negara Eropa, kecuali Malta, memperluas anggaran mereka hingga mendorong pengeluaran militer Eropa melampaui tingkat yang tercatat pada akhir Perang Dingin, kata SIPRI.
Pengeluaran militer Russia mencapai 149 miliar dollar AS pada 2024, peningkatan 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan dua kali lipat sejak tahun 2015. Sementara pengeluaran militer Ukraina tumbuh sebesar 2,9 persen hingga mencapai 64,7 miliar dollar AS. Itu berarti Ukraina menanggung beban militer tertinggi dibandingkan negara lain.
Peningkatan juga terjadi pada pengeluaran Jerman yang meningkat sebesar 28 persen, mencapai 88,5 miliar dollar AS, menyalip India sebagai terbesar keempat di dunia.
âJerman menjadi pembelanja terbesar di Eropa tengah dan barat untuk pertama kalinya sejak reunifikasi,â kata Liang.
Negara dengan pengeluaran terbesar di dunia yaitu Amerika Serikat (AS), meningkatkan pengeluarannya sebesar 5,7 persen, mencapai 997 miliar dollar AS. Angka itu sendiri setara dengan 37 persen dari pengeluaran di seluruh dunia dan 66 persen dari pengeluaran militer di antara negara-negara NATO. Total pengeluaran militer dari 32 anggota NATO yang dipimpin AS meningkat menjadi 1,5 triliun karena semua anggota meningkatkan pengeluaran mereka. AFP/I-1
- Irak
- Baghdad
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Dua Terdakwa Kasus Proyek Perumahan Fiktif Hadapi Sidang Putusan
-
BPJS Kesehatan Turun Langsung Cek Faskes di Pulau Penyangga Natuna
-
bank bjb Catat Kinerja Solid di 2025, Aset Tembus Rp221,4 Triliun
-
OJK Catat Aset Industri Asuransi Tumbuh 6,80 Persen per Februari 2026
-
IPA Portable Semanan Resmi Beroperasi, Ratusan Pelanggan Baru PAM JAYA Kini Terlayani
-
Ketua MPR RI dan Ketum Muhammadiyah Bahas Dinamika Geopolitik Global
-
Mengenal 'Sheikh of Snipers', Penembak Runduk Irak yang Habisi Ratusan Anggota ISIS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.