Perluasan Program MBG Dinilai Masih Berisiko, BGN Harusnya Bangun Ekosistem yang Tertata Lebih Dulu

Senin, 28 Apr 2025, 03:03 WIB

Perluasan program Makan Bergizi Gratis dinilai masih berisiko. Sebelum memperluas jangkauan program, BGN seharusnya membangun ekosistem yang lebih tertata dan bisa dipertanggungjawabkan.

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menilai perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berisiko. Sebaiknya, sebelum memperluas jangkauan program, pemerintah dalam hal ini Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya terlebih dahulu membangun ekosistem yang tertata rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ket. Foto: Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto. — Sumber: Istimewa

“Di fase awal ini, prioritas BGN seharusnya adalah membentuk ekosistem SPPG yang solid. Seperti yang selama ini direncanakan, setiap SPPG ada struktur yang jelas seperti kepala unit, ahli gizi, dan pengelola keuangan,” ujar Edy, dalam keterangan resminya, Minggu (27/4).

Dia menyebut, kasus di Kalibata, Jakarta, di mana salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan belum membayar mitranya sebagai contoh. Menurutnya, pelibatan banyak mata rantai justru menambah risiko, termasuk potensi ketidakteraturan pembayaran dan lemahnya pengawasan higienitas makanan.

Edy meminta, BGN segera menerbitkan petunjuk teknis (juknis) dan standar pelayanan minimal (SPM) untuk program MBG.

Ketiadaan dua dokumen ini dinilai sebagai salah satu penyebab ketidakteraturan di lapangan.

“Juknis dan SPM harus dijadikan acuan bersama oleh seluruh SPPG, agar tidak terjadi interpretasi yang berbeda-beda dalam pelaksanaan. Ini juga penting untuk memastikan masyarakat dapat melakukan pengawasan secara mandiri,” jelasnya.

Sebagai informasi, tahun ini, ditargetkan pembangunan 5.000 unit SPPG. Dari jumlah tersebut, BGN akan membangun 1.542 unit secara langsung, sementara sisanya dilaksanakan melalui kerja sama dengan lembaga negara atau pihak ketiga.

Evaluasi Menyeluruh

Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana memastikan pihaknya siap melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah tersebut merespons temuan masalah dalam pelaksanaan program MBG terutama dari kualitas menu makanan.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan program yang dimulai pada 6 Januari 2025,” tuturnya.

Dia menjelaskan, program MBG, yang merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia melalui pemenuhan gizi yang berkelanjutan, menjadi prioritas utama BGN. Oleh karena itu, evaluasi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas program dalam memberikan manfaat yang optimal.

“Evaluasi ini merupakan respons terhadap sejumlah temuan mengenai kualitas makanan yang diterima oleh para penerima manfaat, khususnya di beberapa wilayah,” katanya.

Sebelumnya. Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja BGN menyelenggarakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Mohamad Toha, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan asupan gizi masyarakat guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Program MBG menyasar empat kelompok utama yaitu pelajar PAUD hingga SMA sederajat dan santri, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini menyediakan makanan bergizi sesuai standar nasional, meliputi kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan energi yang cukup,” kata Asep di Bandung, Jawa Barat, Sabtu.

Asep menambahkan program ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, sebab bahan makanan untuk dapur MBG akan dibeli dari pengusaha lokal dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dia menambahkan kehadiran dapur MBG juga diperkirakan membuka lapangan kerja baru di daerah serta menyerap banyak produk dari UMKM maupun petani lokal. “Program MBG khusus menargetkan bayi usia 1–2 tahun, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, guna menekan angka gizi buruk dan stunting, terutama di Kabupaten Bandung,” ujar Asep.

Sementara itu Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN yang diwakili Gunalan menuturkan Program MBG merupakan investasi penting untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan.

Sementara itu Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Program MBG di wilayahnya.  ruf/S-2

  • Program MBG

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.