Trump Sebut Kesepakatan Dagang dengan Tiongkok akan Adil

Kamis, 24 Apr 2025, 11:12 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan yang mungkin tercapai dengan Tiongkok untuk menyesuaikan kembali hubungan dagang akan menjadi "adil", seiring berlanjutnya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu.

"Kita akan memiliki kesepakatan yang adil dengan Tiongkok. Itu akan menjadi adil," kata Trump di Gedung Putih, pada Rabu (23/4), sembari mengklaim bahwa hubungan dengan Tiongkok telah "di luar kendali" di bawah pendahulunya.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump — Sumber: AP

Pernyataan tersebut melanjutkan nada optimistis Trump setelah pada Selasa (22/4) mengatakan bahwa para negosiator akan bersikap "sangat baik" terhadap Beijing.

"Saya tidak akan berkata, 'Oh, saya akan bersikap keras terhadap Tiongkok, saya akan bersikap keras terhadap Anda, Presiden Xi (Jinping).' Tidak, tidak. Kami akan bersikap sangat baik, mereka juga akan sangat baik, dan kita akan lihat apa yang terjadi,” katanya.

“Tapi pada akhirnya, mereka harus membuat kesepakatan, karena jika tidak, mereka tidak akan bisa berdagang di Amerika Serikat," sambungnya.

"Jadi, kami ingin mereka terlibat, tapi mereka harus melakukannya, dan negara-negara lain harus membuat kesepakatan, dan jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami yang akan menetapkan kesepakatannya," ucapnya menambahkan.

Ketika ditanya oleh seorang reporter apakah Washington sedang dalam negosiasi "aktif" dengan Beijing, Trump menjawab, "Aktif. Semuanya aktif. Semua orang ingin menjadi bagian dari apa yang kami lakukan."

"Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa lagi lolos begitu saja, tetapi mereka tetap akan baik-baik saja, dan kita akan memiliki negara yang bisa kalian banggakan, bukan bahan tertawaan dunia seperti selama bertahun-tahun," katanya.

Awal bulan ini, Trump menaikkan tarif "resiprokal" terhadap Tiongkok dari 84 persen menjadi 125 persen karena Washington dan Beijing terus meningkatkan perang dagang timbal balik.

Tarif "resiprokal" ini ditambahkan di atas tarif 20 persen yang sebelumnya ia berlakukan terkait peredaran fentanil ilegal, yang berarti tarif efektif terhadap sebagian besar barang dari Tiongkok kini mencapai 145 persen.

Namun, beberapa produk impor dikenai tarif lebih tinggi lagi akibat bea tambahan, yang dikenal sebagai tarif Section 301, yang bertujuan mengatasi praktik dagang yang tidak adil.

Sanksi ini berkisar antara 7,5 persen hingga 100 persen, yang berarti beberapa barang Tiongkok, termasuk kendaraan listrik dan alat suntik, kini dikenai tarif hingga 245 persen oleh AS.

Trump mengatakan pada Selasa bahwa tarif 145 persen terhadap sebagian besar barang dari Tiongkok akan dikurangi “secara substansial,” tetapi "tidak akan menjadi nol."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.